Tugas Akhir
I Ching Dalam Lukisan Yayat Surya: Kajian Hermeneutika
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teks kosmologi kuno Tiongkok, I Ching, dalam bentuk struktur visual lukisan abstrak geometris karya Yayat Surya pada periode 2000-an. Penelitian ini mengkaji proses internalisasi sistem biner heksagram yang memiliki dimensi matematis dan filosofis menjadi bahasa visual, serta dampaknya terhadap pengalaman perseptual penonton dalam era budaya digital yang ditandai dengan percepatan konsumsi visual. Kerangka teoritis yang diterapkan adalah Hermeneutika Hans-Georg Gadamer, khususnya konsep Peleburan Cakrawala (Fusion of Horizons), untuk menganalisis interaksi antara tradisi filsafat Timur kuno dan praktik seni rupa modern. Studi ini menerapkan pendekatan kualitatif-deskriptif serta menggunakan desain kasus. Data diperoleh melalui pengamatan, wawancara mendalam, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis dengan pembacaan hermeneutika untuk memahami proses kreatif dan struktur visual karya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Yayat Surya mengubah sistem heksagram I Ching menjadi karya visual yang menggabungkan keteraturan algoritmik dengan aspek spiritual melalui praktik divinasi. Struktur visual yang terbentuk menimbulkan gangguan perseptual yang mengarahkan penonton untuk meninggalkan pola konsumsi visual yang cepat menuju pengalaman menonton yang lebih reflektif dan kontemplatif. Oleh karena itu, karya-karya ini menawarkan sintesis antara teknologi, spiritualitas, dan estetika dalam kerangka seni rupa kontemporer Indonesia.
Tidak tersedia versi lain