Buku ini mengisahkan perjalanan Taman Ismail Marjuki (TIM) sejak dibangun pada tahun 1968 sebagai pusat kesenian yang bebas dari intervensi kekuasaan, menjadi ruang budaya yang dinamis dan menjadi bagian penting dalam kehidupan seni di Jakarta. Pada masa Gubernur Ali Sadikin, TIM berkembang pesat sebagai ekosistem seni yang produktif, namun kemudian mengalami kemunduran setelah adanya campur ta…