Kisah perjalanan filsafat selama kurang lebih 2.500 tahun sejak Yunani Kuno hingga hari ini. Profesor Bryan Magee mengajak pembaca menikmati panorama sejarah pemikiran. Uraiannya mudah diikuti oleh siapa saja. Taburan informasi dan ilustrasi yang indah membuat membaca buku ini sebuah petualangan yang memikat. Menyoroti topik-topik penting dalam wacana filsafat, masalah-masalah utama, dan karya-…
Buku ini merupakan ungkapan rasa hormat dan kagum Maskarja ( Masyarakat Karawitan Jawa) pada sosok pak Suka Hardjana. "Cekakanya" sampai saat ini belum bisa mendefinisikan siapa itu pak Suka dalam dunia musik indonesia, Mengapa orang dengan segudang pengalaman dan ketrampilan disertai dengan possion membara dibidang musik hnya berada di pinggiran dunia pendidikan musik Indonesia? pak suka ada…
Buku ini membahas berbagai hal terkait sosio kultural masyarakat Atjeh yang merupakan minoritas dari masyarakat indonesia. Dilihat dari berbagai sisi, seperti bahasa, adat istiadat dan tingkah laku lainnya. Mayarakat Atjeh sejak zaman sebelum kemerdekaan sampai saat ini masih banyak yang tinggal di pedesaan dan bekerja di sector pertanian. Salah satu persoalan pokok yang dihadapi oleh masyarak…
Karya ini telah dipilih oleh ulama sebagai budaya penting, dan merupakan bagian dari basis pengetahuan peradaban seperti yang kita kenal. pekerjaan ini direproduksi dari artefak asli, dan tetap sebagai benar karya asli mungkin. Oleh karena itu, Anda akan melihat referensi asli cipta, perangko perpustakaan (karena kebanyakan dari karya-karya ini telah ditempatkan di perpustakaan kami yang paling…
Dalam karyanya, Ferdinand de Saussure mendalilkan eksistensi ilmu tanda atau semiologi yang luas cakupannya, di mana linguistik hanyalah salah satu cabangnya. Dari posisi di mana Saussure berhenti, buku yang Anda pegang ini melanjutkan apa yang sudah diawali oleh Saussure. Berkebalikan dengan pendapat yang diutarakan Saussure, Barthes dalam buku ini menawarkan pandangan yang menyatakan bahwa se…
Pemaknaan seni selalu berubah dan seni tidak mengenal pemaknaan yang baku karena proses pemaknaannya selalu melewati suatu proses penafsiran bergantung pada kondisi sosiopsikologis si pemberi makna. Proses pemaknaan dalam epistomologi seni bukankah upaya mengapresiasi maksud kreator seni dalam sebuah karya seni, tetapi upaya pemaknaan atau apresiasi penikmay seni atas sebuah karya seni.
Tidak ada yang istimewa dengan konsumsi, sebab manusia memang punya kebutuhan dan untuk memenuhinyalah mereka mengonsumsi. Jika kebutuhan itu tidak terpenuhi, manusia tidak akan mampu bertahan hidup. Konsumsi akan menjadi sebuah bahasan istimewa tatkala dia tidak lagi hanya dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan bertahan hidup. Saat yang akan dipertahankan dengan cara mengonsumsi bukan lagi sekad…