Di dalam upacara-upacar tradisonal selalu ada Pranata Hadicara (Master of Ceremony), pamwacana (pemberi sambutan) dan pamedhar sabda (pemberi nasehat). Ketiga orang tersebut dibutuhkan ubtuk mensukseskan acara agar berjalan dengan lancer dari awal hingga akhir. Peran mereka sangat penting dalam mensukseskan acara, Sebab itu,seorang pranata hadicara, pamwacana dan pamedhar sabda harus memiliki k…
Buku ini membahas kekayaan seni dan kebudayaan masyarakat Dayak Kanayatn di Kalimantan Barat melalui pendekatan kajian seni rupa dan persepsi budaya. Penulis menguraikan berbagai bentuk ekspresi seni tradisional Dayak Kanayatn, seperti seni ukir, anyaman, simbol ritual, ornamen, serta benda-benda budaya yang memiliki makna estetis dan filosofis. Buku ini menekankan bahwa karya seni masyarakat D…
Buku ini mengangkat kehidupan sehari-hari perempuan perajin gerabah di Dusun Sambirata, Kabupaten Purbalingga, sebagai sebuah pengalaman estetis yang lahir dari aktivitas keseharian. Melalui pendekatan kajian budaya dan estetika keseharian, penulis menggambarkan bagaimana proses membuat gerabah tidak hanya menjadi aktivitas ekonomi, tetapi juga mengandung nilai sosial, spiritual, dan budaya yan…
Buku ini mengangkat gagasan tentang hubungan manusia dengan berbagai makhluk hidup melalui pendekatan kosmologi, filsafat, budaya, dan refleksi ekologis. Penulis menghadirkan berbagai kisah, simbol, serta pemaknaan terhadap hewan dan makhluk lain sebagai sumber pengetahuan, etika, dan cara memahami kehidupan. Melalui konsep “bestarium”, buku ini memperlihatkan bahwa makhluk-makhluk di sekit…
Saya melihat Mas Suka sebagai “mahkluk langka”. Dia adalah manusia Jawa yang tercerahkan aufklarung Barat melalui jalan musik. Pencerahan pikiran tidak mengubahnya menjadi “bule”. Mas Suka tidak suka sesuatu yang “ke-Barat-Barat-an”. Dia tidak menyukai gincu permukaan, melainkan sesuatu yang esensial. -Bre Redana, Wartawan Senior Kompas Kalimat Pak Suka yang tidak akan saya lupakan …
Buku ini lahir dari keyakinan sederhana bahwa seni bukan sekadar hiasan hidup melainkan cara kita berada. Penulis menayadari menulis tentang seni seringkali jatuh pada kesia-sian. Bukankah seni lebih baik dirasakan daripada dijelaskan? Tetapi penulis beragumen justru karena seni lebih pas dirasakan daripada dipaparkan, penulis ingin menjembatani keduanya. Bahasa filsafat yang dalam bahas seha…
Buku ini membahas pemanfaatan musik tradisional Nusantara sebagai media terapi untuk kesehatan fisik, psikologis, dan emosional manusia. Penulis menggabungkan kajian musikologi, psikologi musik, etnomusikologi, serta pendekatan budaya untuk menjelaskan bagaimana unsur-unsur bunyi, ritme, melodi, dan instrumen tradisional Indonesia dapat memberikan efek terapeutik. Melalui berbagai contoh prakti…