Giersdorf looks closely at uniquely East German dance forms—including mass exercise events, national folk dances, Marxist-Leninist visions staged by the dance ensemble of the armed forces, the vast amateur dance culture, East Germany's version of Tanztheater, and socialist alternatives to rock 'n roll—to demonstrate how dance was used both as a form of corporeal utopia and of embodied socia…
Fuji Astuti membahas peranan para koreografer Minang yang melalui berbagai kegiatan kreativitasnya di bidang tari telah berhasil sedikit banyak ‘menggeser’ pandangan konvensional dalam masyarakat adat Minang mengenai peranan wanita di arena publik. Para koreografer yang dijadikan pokok bahasan itu adalah mereka yang sekaligus mewakili lingkungan kehidupan di kota. Peluang-peluang yang merek…
Buku ini dengan gaya tulisannya yang prosais, mencoba menafsirkan ayat-ayat tentang setan dari sudut pandang setan sendiri. Sebuah tafsir imajiner tentang pledoi setan, kelak, pada saat semua orang diminta bertanggungjawab atas segala tindakan yang dilakukannya. Setan dengan dengan segala pembelaannya, berusaha melepaskan diri dari citra yang dibangun dan dikembangkan oleh manusia. Sebuah pledo…
Nyaris tidak bisa disangkal bahwa setiap manusia memerlukan komunikasi dalam berbagai kehidupan. Bisa dibayangkan jika manusia tida melakukan proses komunikasi dalam kehidupan maka bisa jadi civilization tidak akan terbangun. Tulisan dalam buku ini cukup memberikan khazanah terhadap pemahaman kita tentang kajian komunikasi kotemporer diberbagai bidang. Kumpulan tulisan di buku ini tidak dibatas…
Buku ini merupakan laporan kegiatan seminar budaya yang telah diselenggarakan tanggal 24,25,26 Februari 1987 di kampus UI Rawamangun, dalam rangka peringatan ulangtahun UI.Ide yang melatari pilihan tema seminar tersebut adalah pikiran sejak disadari perlunya pembinaan budaya nasional, telah beberapa kali diadakan berbagai kegiatan. Seminar budaya,kongres, dan berbagai temu budaya telah menghasi…
Dengan preferensi pada strukturalisme dan semiotik ini, kita masih bisa berharap agar studi kebudayaan pada umumnya dan antropologi pada khususnya mampu menunjukan potensinya sebagai sebentuk kritik kebudayaan (cultul criticsm) yang niscaya mempertanyakan dan menguji kembali anggapan-anggapan umum yang terlanjur diterima begitu saja.
Bagaimana kalau karya seni dilihat melalui kacamata teori Quantum? Karya seni bisa dipandang pada aspek fisiknya (partikelnya) yaitu sebagai sesuatu yang kongkrit dan terukur besarannya, atau dalam derajat yang sama, ia juga bisa dilihat sebagai sesuatu gelombang yang mengandung makna, pesan-pesan, dan membangkitkan asosiasi-asosiasi yang mengaitkannya dengan konteksnya. Buku teori kajian ini b…
Buku ini secara jelas dan detail menegaskan bagaimana pengelola usaha dapat bertahan dan bahkan meningkatkan usahanya dengan kekuatan image. Dalam suatu usaha, image memegang peranan penting yang mampu mengembangkan keuntungan secara menyeluruh, loyalitas konsumen serta citra perusahaan. Dewasa ini pengembangan sebuah usaha tidak hanya bergantung pada besarnya modal semata.
Buku ini bermaksud menggali kembali nilai inspiratif yang penting dan sangat menentukan dari berbagai gagasan pemikir kebudayaan, terutama Josef Pleper ihwal “waktu sengang” dan mengintegrasikannya dengan gagasan C.A van Peursen tentang strategi kebudayaan.Dunia manusia pascamodern adalah dunia yang dikelola oleh eksterioritas, dunia informasi, terlebih lagi dunia imaji dan sensasi.
Bagi kepentingan kajian sjarah Projo Pakualaman, terbitnya buku ini pantas disambut sukacita. Bila buku ini dimasudkan sebagai upaya pelurusan sejarah Projo Pakualamanan, kiranya dapat dimanfaatkan sebagai “pintu” untuk mengakhiri disintegrasi diantara ahli waris alm Sri Padika Paku Alam VIII yang tampaknya masih terjadi saat ini. Bagi masyarakat luas, munculnya banyak sumber rujukan akan b…