Presiden Republik Indonesia pertama, Ir. Sukarno atau Bung Karno, selain sebagai pemimpin politik bagi partainya, suami bagi istri-istrinya, bapak bagi anak-anaknya, presiden bagi rakyatnya adalah seorang kolektor benda-benda senirupa. Benda-benda yang dikoleksinya bukanlah semata-mata sebagai benda biasa, sebagian besar bersejarah, bermakna, dan berharga bagi bangsa ini. Upaya atas pelacakan s…
Sejarah kolonisasi, modernisasi dan nasionalisasi Indonesia mencatat begitu cepat dan banyak perubahan gaya hidup, struktur sosial, kelas sosial dan pentas budaya yang terjadi di kalangan masyarakat Indonesia. Penggantian, penyesuaian dan perkembangan berkaitan dengan perubahan-perubahan itu mengandaikan juga bahwa apa yang sering disebut identitas para warga dari negara dan bangsa itu perlu di…
101 travel tips dan stories adalah perpaduan “travel guidebook” dan “travelogue”. Di dalamnya terdapat 101 artikel seputar tips dan trik traveling. Bab pertama buku ini dibuat khusus untuk Anda (Bab First Timer Guide). Sering jalan-jalan dan mau tahu tips dan trik traveling supaya perjalanan berikutnya lebih baik. Silakan baca Bab Travel better. Suka wisata kuliner dan belanja?Coba baca…
Etimologi nama-nama tempat selalu menarik untuk dibahas. Asal usulnya menimbulkan banyak spekulasi. Salah satunya adalah nama Yogyakarta dan Malioboro. Apakah nama Malioboro berasal dari nama Duke of Marlborough pertama? Ataukah dari kata mlyabharin dari bahasa Sanskerta yang berarti berhiaskan untaian bunga? Bagaimana dengan nama Yogyakarta sendiri? Apakah berasal dari kata Ngayogyakarta dari …
Suatu penulisan sejarah membutuhkan buku pegangan metodologi sejarah, bila penulis ingin mempertanggungjawabkan karyanya secara ilmiah. Yang menonjol dalam buku ini ialah pergeseran penekanan dari kaidah historiografi konvensional dengan titik berat bidang politik, menuju ke historiografi gaya baru dengan pendekatan ilmu-ilmu sosial. Ilmu sejarah tetap merupakan ratu, tetapi kini memeroleh bant…
Buku ini sesuai judulnya, mengisahkan perjalanan Raja Siam ke Pulau Jawa. Yang menarik, isi buku ini ternyata merupakan ringkasan catatan perjalanan Raja Siam mengunjungi Pulau Jawa sebanyak 3 kali, masing-masing pada tahun 1871, 1896, dan 1901. Buku ini ditulis dalam bahasa Inggris agar mendapatkan publik pembaca yang lebih luas. Ternyatalah, pada setiap lawatan Raja Siam ke luar negerinya sel…