Tugas Akhir
Penerapan Sensory Branding Dalam Desain Interior Kafe Dan Persepsi Konsumen Generasi Z (Studi Kasus : Kafe Konnichiwa Kota Makassar)
Perancangan desain interior dan sensory branding, memainkan peran penting dalam membentuk persepsi positif konsumen. Ketika pengunjung merasa nyaman dan terhubung dengan lingkungan mereka, persepsi positif terhadap interior akan terbentuk, yang pada gilirannya dapat meningkatkan pengalaman positif bagi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sensory branding dalam desain interior pada kedua cabang Kafe Konnichiwa di Makassar yaitu cabang Singa dan cabang BTP, serta mengeksplorasi relevansinya terhadap persepsi dan preferensi konsumen generasi Z. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang berfokus pada pemilik kafe, desainer kafe dan pengalaman ruang tujuh orang informan yang merupakan konsumen generasi Z yang telah beberapa kali mengunjungi kedua cabang kafe tersebut. Data penelitian dianalisis dimulai dari pengkodean, interpretasi sampai pada penyajian serta divalidasi menggunakan teknik triangulasi yaitu sumber data dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sensory branding pada kedua cabang Kafe Konnichiwa yang melibatkan kelima indra manusia penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa, dan sentuhan, memiliki kelebihan dan kekurangan pada masing-masing cabang. Secara keseluruhan, persepsi dan preferensi positif konsumen Generasi Z lebih condong ke cabang BTP dibandingkan cabang Singa karena keunggulannya dalam indikator penglihatan dan sentuhan. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan desain berbasis pengalaman sensorik untuk menciptakan pengalaman positif konsumen, terutama di kalangan Generasi Z.
Tidak tersedia versi lain