Tugas Akhir
Pengalaman Estetis Penggemar Musik Rock Pascamuda (Studi Kasus Komunitas Classic Rock Yogyakarta)
Penelitian ini mengkaji pengalaman estetis penggemar musik rock pascamuda dalam Komunitas Classic Rock Yogyakarta, dengan narasumber berusia 46–70 tahun. Fokus penelitian adalah memahami pengalaman estetis mereka dari pertunjukan musik dan pengaruhnya terhadap pembentukan identitas penuaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kasus, dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatoris. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa perubahan pengalaman estetis penggemar pascamuda dalam menikmati pertunjukan musik rock. Pada elemen auditif, pergeseran dari karakter suara analog ke digital mempengaruhi preferensi musikal mereka. Elemen khas rock seperti timbre gitar high gain dan tempo yang cepat dimaknai sebagai simbol semangat rock yang abadi. Pada elemen badaniah keterbatasan fisik mengurangi intensitas partisipasi aktif. Meskipun resonansi dentuman sound system pertunjukan musik menggugah sensasi fisik, penggemar pascamuda lebih mengutamakan kenyamanan dan kualitas mendengarkan daripada aktivitas fisik seperti headbang dan melompat. Pertunjukan musik tidak hanya mencerminkan perubahan pengalaman estetis, tetapi juga menjadi sarana pembentukan identitas penuaan. Dengan merujuk pada teori Chaney (1996), penelitian ini memperluas pemahaman tentang pengalaman estetis, mencakup dimensi badaniah dan perseptual yang berubah seiring bertambahnya usia. Sensibilitas kolektif dalam komunitas penggemar turut memperkuat hubungan sosial dan esensi diri sebagai penggemar musik rock, guna memahami apa yang dilakukan dan apakah yang dilakukan bermakna bagi penggemar pascamuda yang membedakan identitas dari orang berusia pascamuda lainya
Tidak tersedia versi lain