Buku Teks
Rest Area: Titik Lebur Estetitik;Esai-Esai 45 Tahun (1980-2025)
Membaca buku setebal 978 halaman ini seperti membawa kita menyelami atmosfir berkesenian yang diperankan pria kelahiran Kulonprogo, 10 Januari 1962 tersebut. Pengalamannya bertahun ‘bergelut’ di dunia seni rupa Ia tuangkan dalam esai-esai seni rupa dan kemudian kumpulan tulisan yang pernah menghiasi di beragam media cetak Ia kemas kembali dalam rupa buku yang diyakini dapat dijadikan ‘warisan’ bagi generasi yang menaruh minat pada isu seni.Di halaman prolog, Suwarno menuturkan menulis mengatarkannya berjumpa dengan seniman, pekerja seni, atau orang-orang yang bekerja mengurus seni, dan bertemu sangat banyak arttefak seni. Pada Bab II yang bertajuk: Bentang Ruang dan Galeri Gagasan juga terdapat kumpulan esai menarik. Ada juga tulisan terkait Dialog Publik Seni di Bab III. Sementara pada Bab IV yang bertajuk: Mengakar dan Menjalar, terdapat esai tentang peta iklim seni rupa kita (halaman 711).
Ada juga esai tentang Lanskap Gus Mus (halaman 715), Indonesia menggambar, menggambar Indonesia (halaman721) dan pada Bab V terdapat esai berjudul: Pesat di Balik Lipatan (halaman 727).
Tidak tersedia versi lain