Text
Mengupas Bawang, Seni
Buku ini lahir dari keyakinan sederhana bahwa seni bukan sekadar hiasan hidup melainkan cara kita berada. Penulis menayadari menulis tentang seni seringkali jatuh pada kesia-sian. Bukankah seni lebih baik dirasakan daripada dijelaskan?
Tetapi penulis beragumen justru karena seni lebih pas dirasakan daripada dipaparkan, penulis ingin menjembatani keduanya. Bahasa filsafat yang dalam bahas sehari-hari yang ringkas;pandangan logika formal dengan ketidakjelasan yang getir;neorosains tentang qualia (kualitas yang diarsakan orang pertama) dengan pengalaman mentah menangis di depan lukisan.
Lapisan paling luar dari seni seperti kulit bawang yang keras, kering dan sering bersinggungan dengan kapitalisme, pasar, dan industri. Di sini seni dikurung dalam bingkai galeri, dilelang dalam angka mliaran atau ditangkap dalam algoritma pasar budaya.
Tidak tersedia versi lain