Buku Teks
Ayam Jangan Mati di Lumbung Padi; Sebuah Refleksi Kepustakawanan Lasa
Buku Ayam Jangan Mati di Lumbung Padi menghadirkan refleksi mendalam mengenai profesi pustakawan di tengah dinamika perkembangan informasi dan teknologi. Melalui metafora "ayam mati di lumbung padi", penulis mengingatkan bahwa perpustakaan sebagai lumbung ilmu pengetahuan akan kehilangan maknanya apabila pustakawan tidak mampu memanfaatkan, mengembangkan, dan menyebarluaskan pengetahuan yang dimilikinya. Berangkat dari pengalaman, pengamatan, dan inspirasi atas dedikasi pustakawan senior Lasa HS, buku ini mengajak pembaca memahami bahwa pustakawan bukan sekadar pengelola koleksi, melainkan agen literasi, pembelajar sepanjang hayat, penulis, peneliti, sekaligus penggerak perubahan di masyarakat. Berbagai refleksi yang disajikan menyoroti tantangan profesi pustakawan pada era digital, pentingnya inovasi layanan, budaya menulis, pengembangan kompetensi, serta komitmen dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan. Dengan bahasa yang komunikatif dan sarat makna, buku ini tidak hanya menjadi sumber inspirasi bagi pustakawan, tetapi juga bagi mahasiswa ilmu perpustakaan, pengelola perpustakaan, akademisi, dan siapa pun yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan literasi dan pendidikan. Pada akhirnya, buku ini mengajak pembaca untuk menjadikan perpustakaan sebagai ruang yang hidup, produktif, dan berdampak bagi kemajuan masyarakat, sehingga tidak ada lagi "ayam yang mati di lumbung padi".
Tidak tersedia versi lain