Buku Teks
Experience Marketing Festival Musik Berbasis Teknologi Blockchain Dalam Prambanan Jazz Festival
Penelitian ini menganalisis fungsi Non-Fungible Token (NFT) sebagai instrumen experience marketing dalam penyelenggaraan Prambanan Jazz Festival (PJF), yang menjadi salah satu festival musik pertama di Indonesia yang mengadopsi NFT sebagai sistem membership dan ticketing berbasis blockchain sejak 2022. Menggunakan kerangka Experiential Marketing Schmitt (1999) dengan lima Strategic Experiential Modules (SEMs), penelitian ini mengkaji bagaimana ekosistem NFT mengaktifkan dimensi-dimensi pengalaman tersebut. Pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam dilakukan terhadap empat belas narasumber, terdiri atas pemegang NFT dari berbagai tier kepemilikan serta jajaran penyelenggara festival. Hasil penelitian menunjukkan kelima modul SEMs berhasil diaktifkan, namun dengan efektivitas yang tidak merata. Modul Feel paling konsisten lintas seluruh tier melalui rasa kepemilikan aset digital yang persisten dan nilai simbolik eksklusivitas. Modul Sense dan Act hanya teraktivasi secara bermakna pada tier menengah keatas, sementara modul Relate menjadi titik terlemah akibat komunitas yang bersifat musiman. Penelitian ini juga mengidentifikasi tiga dimensi nilai NFT PJF, yakni nilai fungsional, simbolik, dan finansial. Implementasinya terkendala oleh sistem gacha yang menciptakan kesenjangan pengalaman antar tier, kompleksitas teknis bagi pengguna berliterasi rendah, serta ketidakkonsistenan benefit lintas tahun. Penelitian ini menyimpulkan NFT PJF merupakan inovasi yang hadir mendahului kesiapan ekosistemnya, namun memiliki potensi signifikan apabila dikembangkan melalui desain pengalaman yang lebih inklusif, distribusi benefit yang berkeadilan, dan strategi komunitas yang berkelanjutan.
Tidak tersedia versi lain