Buku Teks
Konstruksi Persepsi Sensual Pada Tubuh Penari Jaipong
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab munculnya persepsi sensual pada tubuh penari Jaipong, mengidentifikasi pengelolaan tubuh penari yang menghasilkan kesan sensual, serta menganalisis dominasi persepsi sensual melalui pandangan penonton dan kesadaran penari. Penelitian ini membahas persepsi sensual terhadap tubuh penari Jaipong yang tampak melalui objektifikasi tubuh, serta kaitannya dengan pengelolaan gerak pinggul 3G (goyang, geol, gitek). Analisis dilakukan menggunakan konsep wacana seksualitas Michel Foucault untuk memahami produksi dan mekanisme kuasa yang memunculkan persepsi sensual terhadap tubuh penari Jaipong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data kemudian diolah dengan pengkodean dan kategorisasi yang dilakukan secara bertahap melalui proses reduksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi sensual pada tubuh penari Jaipong dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu visual pertunjukan yang menonjolkan tubuh penari melalui kostum, gerak, pembawaan dan interaksi dengan penonton; perkembangan Jaipong di masyarakat setempat yang berkaitan dengan ruang hiburan malam; serta norma sosial yang memandang gerak pinggul dalam Jaipong tidak sesuai dengan citra perempuan ideal. Penari mengelola tubuhnya melalui latihan untuk membentuk postur tubuh dan menguasai teknik gerak Jaipongan. Pada beberapa pertunjukan, gerak pinggul 3G sengaja diperkuat untuk menarik perhatian penonton, namun tetap dikontrol agar tidak dianggap melampaui batas. Tubuh penari berada dalam posisi tarik-menarik antara tuntutan pertunjukan dan citra budaya Sunda. Sensualitas terus direproduksi melalui pembicaraan dan pemaknaan berulang terhadap tubuh penari, sehingga persepsi sensual terus melekat pada tari Jaipong.
Tidak tersedia versi lain