Tugas Akhir
Dekonstruksi Kesan Video Sedih Melalui Pengeditan Dengan Pendekatan Film Dokumenter Desktop
Perkembangan media sosial saat ini telah memudahkan distribusi informasi yang sering kali mengeksploitasi emosi kesedihan melalui konten video untuk memantik simpati hingga mendapatkan dukungan material dari penontonnya. Praktik manipulatif semacam ini umumnya dicapai melalui rekayasa pengeditan visual dan audio yang dilakukan secara sengaja. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi elemen dan teknik pengeditan yang umum digunakan dalam mengkonstruksi narasi kesedihan pada konten visual, sekaligus mendekonstruksinya melalui pendekatan film dokumenter desktop. Penelitian ini menggunakan metode Practice as Research (PaR), di mana praktik artistik diposisikan sebagai metode penyelidikan utama untuk memproduksi pengetahuan dari dalam praktik itu sendiri. Pendekatan ini berlandaskan pada praksis yang mengaitkan aspek being, doing, thinking secara berkesinambungan melalui tahapan penciptaan dan refleksi. Penelitian ini mengintegrasikan observasi terhadap konten media sosial, eksperimen naratif melalui dialog dua arah, praktik pengeditan berbasis tangkapan layar (screen recording) serta dimensi fisik pada dokumenter desktop. Hasil penelitian mengidentifikasi adanya pola pengeditan yang mengeksploitasi representasi kelompok rentan (perempuan, anak-anak, dan orang tua) melalui penerapan teknik dan elemen pengeditan seperti, slow motion, pewarnaan monokrom, penambahan musik, teks, narasi serta montase. Penelitian ini menghasilkan karya film dokumenter desktop berjudul ‘Mesakke’. Karya ini berfungsi sebagai medium dekonstruktif yang mengajak penonton untuk menyaksikan bagaimana proses pengeditan bekerja dalam mengkonstruksi narasi kesedihan pada sebuah konten visual.
Tidak tersedia versi lain