Tugas Akhir
Representasi Ekologis:Eksperimen Fotografi Destruktif Air Laut Di Kota Semarang Dan Kabupaten Demak
Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi proses destruksi pada medium fotografi menggunakan air laut sebagai metode penciptaan karya untuk merepresentasikan kerusakan ekologis akibat banjir rob di wilayah pesisir Kota Semarang dan Kabupaten Demak. Penelitian berangkat dari pertanyaan mengenai bagaimana fotografi dapat merepresentasikan krisis ekologis melalui medium yang tidak hanya merekam kerusakan, tetapi juga mengalami kerusakan material. Kerangka teoritis penelitian mengacu pada Catastrophe Aesthetics Jessica S. Mulvogue, konsep materialitas fotografi Geoffrey Batchen, serta konsep studium dan punctum Roland Barthes untuk memahami hubungan antara materialitas medium, pengalaman visual, dan afeksi meilhat karya fotografi. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research Led Practice dengan praktik artistik sebagai bagian dari proses riset. Data artistik penelitian ini berupa dokumentasi fotografi kawasan terdampak banjir rob, hasil eksplorasi visual, dokumentasi eksperimen fotografi destruktif menggunakan air laut, perubahan material pada medium fotografi selama proses destruksi, serta 30 karya fotografi akhir yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses destruksi menghasilkan perubahan material dan visual yang dapat dibaca sebagai representasi kerentanan lingkungan pesisir akibat banjir rob. Kerusakan fisik pada permukaan foto menghadirkan representasi visual terhadap kebiasaan dan ketangguhan masyarakat pesisir di wilayah terdampak bencana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fotografi destruktif dapat menjadi strategi artistik alternatif dalam merepresentasikan krisis ekologis melalui perubahan material medium fotografi.
Tidak tersedia versi lain