Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan model angkep-angkepan sebagai fenomena harmoni dalam karawitan. Penciptaan angkep-angkepan ini dilatar belakangi dari pengalaman psikologis yang mampu merasakan harmoni ketika berada pada ruang-ruang tri mandala, sebaliknya mendapatkan kekerasan simbolik selama menjadi seorang komposer. Kekerasan simbolik terjadi karena komposisi yang tercipta sebelumn…
Bali memiliki kurang lebih 40 ansambel gamelan dengan saih/tuning system yang sangat beragam. Variabilitas (baca: keberagaman) disebabkan karena setiap pande gamelan memiliki aturan tersendiri dalam proses menciptakan gamelan, permintaan pemesan gamelan yang berbeda-beda, dan bahan perunggu memiliki stabilitas yang rendah dalam mempertahankan frekuensinya. Selain variabilitas saih, gamelan Bali…
Perilaku prososial adalah perilaku berbagi sesuatu dengan orang lain, memberikan kesediaan untuk berkerja sama, membantu dan menghibur seseorang dalam kesusahan. Beberapa penelitian pernah menggunakan musik dan kemampuan perilaku prososial, diketahui bahwa dengan musik menjadi sarana yang efektif untuk membina komunitas dan interaksi sosial. Meskipun, musik yang digunakan adalah musik seni Bara…
Prof. Dr. Sumarsam adalah pengrawit sekaligus intelektual yang sadar bahwa estetika karawitan Jawa penuh perhitungan yang sangat kompleks. Bunyi-bunyi gamelan secara empirik terwujud lewat konstruk, konsep, dan proposisi artistik-musikal yang terdefinisikan. Dalam buku ini, ia berusaha tekun memahami dan menjelaskannya. Tesisnya mengenai kedalaman lagu gamelan di tahun 1976 (bagian pertama pert…
Buku ini mengangkat tema temu silang Jawa, Islam, dan global dalam menjajaki makna wayang dan gamelan. Wayang dan gamelan telah membawa kita pada diskursus-diskursus yang sangat luas. Pertunjukan adiluhung ini merupakan pertunjukan multimedia yang mempunyai sejarah yang panjang, mengandung kedalaman estetika dan ungkapan simbolis dan religiusitas, dan berafiliasi kuat dengan emosi pelaku dan …
Buku ini menegaskan makna Gamelan sebagai seperangkat musik dengan pengertian yang lebih luas, dan tidak hanya terbatas di Jawa, Sunda, dan Bali. Laporan-laporan singkat di dalam buku ini menunjukkan tiga hal. Pertama, gamelan merupakan tradisi musik yang memiliki jejak dan sejarah yang panjang di berbagai wilayah di Nusantara. Kedua, gamelan masih merupakan tradisi musik dan pertunjukan yang h…
Tujuan penelitian ini untuk memahami fenomena apropriasi musikal ansambel musik Eropa dan gamelan Jawa pada iringan tari di Keraton Yogyakarta, khususnya pada permainan komposisi gendhing gati mardawa, gati raja, serta gendhinggendhing iringan beksan lawung ageng yang terdiri dari: gendhing ron ing tawang, rog-rog asem dan bima kurda. Berawal dari pengalaman masa kanak, remaja, hingga dewasa, m…
Dalam buku ini penulis menjelaskan tesisnya mengenai kedalaman lagu gamelan di tahun 1976 merupakan reputasi menyejarah dan berpengaruh luas yang masih menggema sampai sekarang. Banyak teoritikus terpengaruh tesis ini. Tesis ini adalah wacana yang memberi kontribusi besar yang tak habis-habisnya. Teori dan analisis gendhing dalam buku ini sebagain besar terumuskan di saat ia menjadi asisten di …
Musik angklung dan gamelan di Thailand mengalami perkembangan yang sangat unik dan menarik. Padahal, konsep gamelan dan angklung memiliki latar belakang keyakinan yang sangat berbeda dengan masyarakat Thailand. Namun kenyataannya, angklung dan gamelan Jawa mampu menyatu dengan musik Thai, dan mengalami transkulturasi, membentuk musik Thai „baru‟. Bahkan kehadirannya dipandang penting karena…
Buku ini adalah catatan harian komponis-pianis Gardika Gigih selama 31 hari tinggal di Bali (Juli–Agustus 2017). Setiap hari tanpa henti ia mencatatkan pengalaman kreatifnya, mulai dari mengunjungi sanggar, menonton pertunjukan gamelan, aktifitas rekaman musik, hingga impresi-impresi atas karya musik yang ia dengar dengan dilengkapi data historis yang informatif. Buku ini adalah buku Gardika …