Pasar artisan kini semakin berkembang menjadi destinasi belanja yang menawarkan produk dan pengalaman unik dan berkesan. Namun, persaingan yang ketat antar pasar artisan menuntut pengelola pasar untuk terus berinovasi untuk menarik perhatian pengunjung. Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah melalui visual merchandising yang selaras dengan identitas brand untuk menciptakan pengalaman …
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan makna yang terkandung dalam Beksan Ajisaka Kraton Yogyakarta dengan menggunakan pendekatan semiotika. Beksan Ajisaka merupakan karya tari tradisional yang sarat nilai filosofis dan sejarah yang mencerminkan kekayaan budaya Jawa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika Tasdeusz Kowzan, yaitu menganalisis makna, …
Dalam sejarah sinema Indonesia, representasi perempuan seringkali terperangkap dalam narasi patriarkal yang melanggengkan stereotip gender. Namun, munculnya film-film kontemporer seperti Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak, Yuni, dan Like & Share menawarkan perspektif baru di mana semua film tersebut dibuat oleh perempuan dan mencoba untuk menunjukkan nilai patriarki dan mengkritisi nilai pat…
Maraknya kajian wacana dalam pemikiran kontemporer tidak hanya mengindikasikan suatu tema penting filsafat abad ke-20, namun juga suatu kebutuhan yang sangat mendasak untuk reelaborasi persoalan bahasa yang menandai zaman ini. Bahasa, seperti dikutip Haidegger adalah tempat tinggal manusia (the house of being). Sebab, dengan bahasa, kita dapat mengungkap sesuatu yang kita inginkan. Dengan menye…
Buku ini dimulai dari definisi semiotika yang dikemukakan oleh Umberto Eco yang mengatakan bahwa semiotika pada prinsipnya adalah sebuah disiplin yang mempelajari segala sesuatu yang dapat digunakan untuk berdusta (lie). Hipersemiotika tidak sekedar teori kedustaan akan tetapi teori yang berkaitan dengan relasi-relasinya yang lebih kompleks antara tanda, makna dan realitas, khususnya relasi sim…
Buku ini merupakan salah satu cabang semiotika yang memfokuskan studinya pada pemaknaan teater, baik teater tradisi maupun modern. Pertunjukan teater, tari, wayang purwa, film, dalam konteks semiotika adalah hamparan tanda-tanda, sehingga teks yang hadir dalam beberapa kesenian itu merupakan sekumpulan utuh tanda-tanda. Melalui semiotika teater, tanda-tanda itu akan dianalisis dan diberi makna.…
Mengapa kita perlu belajar tanda? Pertanyaan lama filsafat ini sudah dijawab pada abad ke-20 oleh ilmu semiotika. Lolongan binatang, puisi, gejala medis, pesan media, kekacauan bahasa, arsitektur, pemasaran, bahasa tubuh dan seterusnya masuk dalam ranah semiotika. Buku ini menyarikan perkembangan kajian tanda dari pendahulu klasiknya hingga post-strukturalisme kontemporer. Para tokoh semiotika,…
Buku ini menyajikan gambaran secara komprehensif mengenai tradisi semiotika dan penggunaanya dalam rangka riset. Dengan megedepankan analisis terhadap film Hollywood, Bollywood, dan film produksi tanah air, juga menyampaikan tentang pentingnya memahami konsep simbol yang bertebaran dalam filmfilm tersebut. Selain itu konsep karaktritik menjadi salah satu poin penting. Sehingga buku ini sesuai d…
Umberto Eco mendekati semiotika bukan sebagai semesta yang tersusun dari tanda-tanda, melainkan sebagai satu-kesatuan utuh yang tersusun dari fungsi-fungsi semiotik (sign-functions). Berbeda dengan tritunggal Peirce, ia telah mengembangkan teori semiotikyang non-referensial: Ekspresi dapat digunakan untuk merujuk pada hal-hal atau keadaan dunia, tetapi mereka berasal dari isi atau konten yang d…