EYD yang diberlakukan sejak tanggal 17 Agustus 1972 merupakan ejaan bahasa Indonesia hasil penyempurnaan dari ejaan-ejaan yang pernah berlaku di Indonesia, yaitu ejaan Ch. A. Van Ophuysen dan ejaan republik (Ejaan Soewandi). Penutur bahasa yang baik tidak hanya dinilai dari kemampuannya berbahasa sesuai dengan aturan yang dibakukan tetapi juga harus mampun memilih kata yang tepat karena bahasa …
Buku ini dipersembahkan untuk memunculkan ide-ide baru dalam mencipta karya seni secara kreatif, inovatif, dan menawarkan kebaruan dengan berbagai metode. Untuk memunculkan ide-ide baru yang orisinil, sejenak kita lupakan ideologi, konsep, dan hal-hal lain yang membelenggu pikiran kita, mulailah dari awal seperti ibaratnya kalau kita mengendarai sepeda motor harus dimulai dengan N atau Normal. …
As world travel and mutate between cultures, as they have over the centuries across the Indian Ocean, they leave significants trails. Charting these journeys can ecucidate. Peranakan dress. For over a millenium, conquerors, merchants, and missionaries from diffrent parts of the world traversed this vas region, leaving a rich legacy of encounter and exchange. Three key terms for peranakan womens…
Persoalan benturan antar budaya yang mengiringi pertemuan individu-individu dari lintas budaya yang berbeda menjadi semakin mengemuka dan menuntut perhatian. Persoalan yang tidak sekadar menuntut pemecahan melainkan lebih pada pemahaman dan kesadaran akan keberagaman budaya yang membawa pada kemampuan beradapatasi, membangun hubungan yang luas dan mengatasi konflik yang mengakar pada perbedaan …
Teater Indonesia telah ada sejak terbentuknya kelompok-kelompok masyarakat di tanah air ini, Teater itu erat kaitannya dengan sistem religi tiap kelompok masyarakat, dan berkembang dalam budaya lisan mereka. Meskipun kelompok-kelompok masyarakat di Indonesia, beberapa diantaranya telah mengenal sistem huruf, kegiatan teater juga belum mengenal naskah lakon.
Apa yang dunia telah dikonstruksi untuk menari pikir penggunaan tarian jangka dunia? Jenis apa dunia kita sebagai ulama buat untuk tari diberikan ketika kita berusaha untuk menggambarkan dan menganalisis itu? Volume ini esai, sekarang di paperback untuk pertama kalinya , produk dari penulis perhitungan collecyive dengan pertanyaan ini, upaya untuk membuat ruang berita epistemologis untuk analis…
Buku krisis dan poradoks film indonesia ini ditulis untuk merangkum kecenderungan perubahan bentuk, metode produksi, distribusi dan apresiasi dihubungkan dengan perubahan dalam konstelasi ekonomi politik, kesenian dan perkembangan budaya pop indonesia, bagaimanapun film "hanyalah" salah satu bentuk pop yang tidak dapat dilepaskan dari perkembangan sektor-sektor lain seiring dengan perkembangan …
Dari sejarah pendek perjuangan republik ini, kita boleh jadi bisa belajar agak panjang. Ketika gerakan politik mengalami kemacetan, ramai-ramai para founding fathers yang berupaya memperjuangkan kemerdekaan melalui lapangan politik segera memasuki lapangan kebudayaan sebagai persinggahan. Bersamaan dengan makin ketat dan kerasnya tekanan politik dari kalangan penguasa, para politisi mencari se…
Buku seri tokoh seni pertunjukan Indonesia ini membuka lebar bagi genre apa saja yang terdapat dalam seni pertunjukan kita. Pada seri pertama ini kami memilih untuk menampilkan tokoh seperti Rendra yang bisa dikatakan ikon bagi kebangkitan teater modern di Indonesia. Sardono W Kusumo yang bisa dibilang pionir dalam genre tari kontemporer di Indonesia dan Slamet Abdul Sjukur, komponis kontempore…
Dalam kumpulan cerpen terbarunya, Jangan Main-Main (dengan kelaminmu), Njenar Maesa Ayu menampilkan satu dunia yang dipadati manusia terluka, marginal dan terkkhianati. Tak ada pijakan kokoh dalam dunia ini. Komitmen dapat berubah setuap saat, ikatan tidak mengikat, dan logika tak punya validitas. Karakter-karakter yang bermunculan dalam cerpen-cerpennya tersebut boleh dikatakan hampir semuanya…