Feminisme menyadarkan kita akan ketidakadilan gender dalam masyarakat kita, di mana pun kita berada. Kemudian tentu saja dibutuhkan kegiatan - kegiatan yang mempersoalkan dan mengalisis ketidakadilan itu secara kritis, dan berusaha mengubah keadaan. Namun kalau kita berada di negara pascakolonial, alias di belahan dunia yang sering disebut " Dunia Ketiga", kitik feminis semacam itu mudah menjad…
Pertunjukan budaya dan akal sehat memuat 19 esai tentang pertunjukan dalam hubungannnya dengan tema besar:dunia kajian, budaya, dan pendidikan seni yang disimpulkan dalam sebuah konsep, yakni pertunjukan budaya. Esai-esai yang terhimpun dalam pertunjukan budaya dan akal sehat pada dasarnya membaca secara kritis hubungan reflektif antara praktek pertunjukan di Indonesia dengan konsep-konsep buda…
Tari Nenemo adalah tarian yang berasal dari kabupaten Tulang Bawang Barat di Propinsi Lampung. Tarian ini diciptakan oleh Hartati pada tahun 2016. Dalam penciptaannya koreografer menyebutkan bahwa tarian ini memiliki tiga konsep yaitu: masyarakat yang multikultural, kegiatan masyarakat Tulang Bawang Barat, dan falsafah dari kata Nemen, Nendes, Nerimo. Konsep tersebut direalisasikan sehingga mun…
Buku Semiotika negativa ini semula di tulis untuk memberikan informasi teoritis awal bagi mereka yang sedang belajar perkembangan kajian budaya. Tujuan ini perlu disebut di sini karena semiotika pada dirinya kurang banyak faedahnya. Sebaliknya, dengan mengaitkan semiotika dengan pendekatan - pendekatan lainnya ( termasuk kajian budaya ) kita akan mendapatkan banyak manfaatnya dan lebih penting …
Penelitian ini mencoba membangun argumen secara kritis dengan memeriksa kembali proyeksi tema nasionalisme dalam naratif film-film Usmar Ismail pada era 1950-an. Gagasan nasionalisme kebangsaan oleh Benedict Anderson digunakan sebagai konsep kerja utama dalam membedah naratif pada film Darah dan Doa, Lewat Djam Malam (1954), dan Tamu Agung (1955). Caranya adalah dengan menguraikan temuan d…
Salah satu “prinsip” yang dipegang oleh seorang Gitaris Dewa Budjana adalah pesan dari leluhurnya yang mengispirasi setiap kehidupannya untuk selalu “bergerak”. Tekunlah mempelajari sastra (ilmu pengetahuan), karena kesucian ilmu pengetahuan akan menjadi bekal kehidupan di masa depan. Hal tersebut diartikan untuk berbuat yang bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain, dan tentunya su…
Dalam buku ini, Dr. Muhammad al-Hasyimi menguraikan bagaimana sosok kepribadian wanita muslimah itu, yang didasarkan pada al-Qur’an dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Buku ini terdiri dari 9 bab yang mencakup hubungan muslimah dengan Rabb-Nya, muslimah dengan dirinya sendiri, muslimah dengan kedua orang tuanya, muslimah dengan kedua orang tuanya, muslimah dengan suaminya, …
Watak keras, pemberani, sederhana, perantau, dan kokoh memegang agama adalah karakter khas bagi masyarakat Madura. Sebagai kelompok masyarakat yang fenomenal di negeri ini, mereka juga memiliki berbagai identitas budaya lokal yang sangat kuat dan tetap dipelihara hingga sekarang. Buku Arak-arakan ini menampilkan potret upacara tradisional yang dipentaskan dalam bentuk arak-arakan, yang m…
ertanyaan-pertanyaan kritis mengenai seni untuk seni dan seni untuk rakyat mengambil bentuk polemikal hingga sekarang. Seni untuk seni diidentikkan dengan estetika kelas borjuis, sedangkan seni untuk rakyat identik dengan estetika Marxis. Namun, dalam buku ini, benarkan apa yang ditulis oleh Henri Arvon mengenai estetika Marxis sesuai dengan prinsip-prinsip Marxis? Ya, sepakat atau tidak sepaka…