Terbitnya terjemahan buku ini sangat tepat.Kendati buku ini ditulis 60 tahun yang lalu namun aktualitasnya tak akan pernah pudar. Buku ini oleh orang Jerman disebut zeitos (mengatasi waktu) dan boleh disebut klasik dalam arti mengandung nilai serta kualitas yang merupakan salahsatu tonggak petunjuk dalam dunia refleksi pemahaman diri manusia universal.
Penciptaan karya ini pada dasarnya menyoal segaligus merupakan usaha penyampaian pesan melalui karya lukis dengan memvisualisasikan bentuk dan ide yang meyulih rupa babi sebagai metafor sifat kebinatangan dalam diri manusia. Sifat yang dimiliki seperti babi, tamak, rakus, pemalas dan kotor dapat mewakili kegelisahan penulis terhadap adanya degradasi nilai kemanusiaan di lingkungan sekitar. Tuju…
Penciptaan film dengan menghilangkan karakter manusia merupakan sebuah upaya untuk merespon situasi pandemi yang sedang berlangsung. Eksistensi manusia dalam film ini digantikan dengan set dan properti. Pemilihan set dan penataan properti menjadi cara bertutur untuk menyampaikan gagasan mengenai tiga fase perjalanan manusia yang digambarkan melalui pencipt…
Era informasi yang penuh dengan silang sengkarut wacana membuat manusia menghadapi masalah - masalah kemanusiaan baru, diantranya delegitimasi dan kapitalisasi pengetahuan serta kehidupan mekanis dan ekonomis. Dunia kehidupan manusia dijajah menjadi sekedar persoalan sarana untuk mencapai tujuan. Pada saat itulah budaya telah kehilangan dorongannya sebagai sumber kreativitas manusia. Dalam hal …
Buku ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan psikoterapi, bukan pula buku swa-bantu yang menawarkan janjijanji dan pertolongan kilat dalam semalam. Namun demikian, setiap buku yang baik pada dasarnya adalah sebuah buku swabantu-ia membantu pembaca untuk melihat ke dalam dirinya sendiri dan pengalaman-pengalamannya melalui buku yang dia baca, dan untuk mendapatkan pengetahuan baru atas masalahm…
Kisah Sosiologi merupakan rangkuman teori-teori sosiologi klasik dan kontemporer yang diwakili oleh lima belas pemikir utama, yaitu Durkheim, Marx, Weber, Simmel, Parsons, Bauman, Giddens, Bourdieu, Foucault, Said, Spivak, Goffman, Habermas, Etzioni, dan Berger. Dengan memuat ilustrasi wajah para tokoh serta pendekatan bahasa sederhana dan reflektif, buku ini mengajak pembaca untuk memahami pem…
Tubuh sering dipandang kalah penting dibandingkan dengan kesadaran. Sejak Rene Descartes, kesadaran dianggap sebagai landasan keberadaan serta pengetahuan manusia, sedangkan tubuh hanyalah objek belaka. Tetapi, Husserl, dan para fenomenologis lain, memberikan pendapat sebaliknya: dengan menghindari kategori subjek-objek dan masuk ke dalam kehidupan konkret, kita akan dapat mengalami fenomena ya…
Umberto Eco mendekati semiotika bukan sebagai semesta yang tersusun dari tanda-tanda, melainkan sebagai satu-kesatuan utuh yang tersusun dari fungsi-fungsi semiotik (sign-functions). Berbeda dengan tritunggal Peirce, ia telah mengembangkan teori semiotikyang non-referensial: Ekspresi dapat digunakan untuk merujuk pada hal-hal atau keadaan dunia, tetapi mereka berasal dari isi atau konten yang d…
Umberto Eco mendekati semiotika bukan sebagai semesta yang tersusun dari tanda-tanda, melainkan sebagai satu-kesatuan utuh yang tersusun dari fungsi-fungsi semiotik (sign-functions). Berbeda dengan tritunggal Peirce, ia telah mengembangkan teori semiotik yang non-referensial: Ekspresi dapat digunakan untuk merujuk pada hal-hal atau keadaan dunia, tetapi mereka berasal dari isi atau konten yang …
Kisah Sosiologi merupakan rangkuman teori-teori sosiologi klasik dan kontemporer yang diwakili oleh lima belas pemikir utama, yaitu Durkheim, Marx, Weber, Simmel, Parsons, Bauman, Giddens, Bourdieu, Foucault, Said, Spivak, Goffman, Habermas, Etzioni, dan Berger. Dengan memuat ilustrasi wajah para tokoh serta pendekatan Bahasa sederhana dan reflektif, buku ini mengajak pembaca untuk memahami pem…