Seni pertunjukan Indonesia tidak pernah steril dari persoalan budaya,politik, ritual,hukum,sosial, ekonomi, teknologi dan ilmu pengetahuan. Buku ini memuat tulisan yang berupaya mengkaji seni pertunjukan dari berbagai aspek dan dimesi yang mengitari kehidupannya saat ini, memecahkan permasalahannya, memprediksi kehidupannya di masa-masa mendatang dan merumuskan solusinya.
Buku ini membantu pembaca yang belum mengetahui tentang kesenian Jawa Barat,bagi yang sudah tahu akan lebih paham lagi, bagi yang sudah paham akan lebih menghayati. Ada ungkapan Sunda “Moal bogoh lamun teu wanoh”. (Tidak akan mencintai kalau tidak mengenal lebih jauh).Buku ini dapat dianggap dalam posisi ungkapan tersebut.
Salah satu hal yang menjadi ciri khas dari kota Semarang adalah makanannya. Makanan di kota Semarang juga merupakan hasil dari akulturasi budaya masyarakat di dalamnya, contohnya lunpia semarang. „Lunpia Semarang‟ adalah makanan khas kota Semarang yang terbuat dari rebung yang dibungkus oleh kulit yang terbuat dari tepung terigu, yang muncul akibat adanya akulturasi antara budaya tionghoa d…
Candi Ganjuran adalah sebuah tempat peribadatan Katolik yang berlokasi di Yogyakarta; dibangun oleh keluarga Schmutzer, pemilik pabrik gula dari Belanda, dari tahun 1927 hingga 1930 dalam bentuk sebuah candi Hindu. Namun demikian, candi itu tidak mendapat perhatian dari umat Katolik sehingga tidak terawat dan menjadi tempat bermain anak-anak. Baru pada tahun 1990, Romo Tomo membuat candi itu se…
Niken Larasati adalah salah satu perempuan perupa di Indonesia yang tergerak merepresentasikan dolanan anak ke dalam lukisan dengan menggunakan figur anak-anak perempuan sebagai subjek sekaligus objek. Kegelisahannya seiring dengan munculnya fenomena di atas sebagai wujud kepedulian terhadap masa depan generasi penerus bangsa. Karya-karyanya sudah pernah dipamerkan hingga Jepang pada tahun 20…