Buku ini mengkaji sinetron sebagai bentuk sastra populer yang memproduksi dan mereproduksi ideologi dalam ruang budaya massa. Dengan pendekatan interdisipliner — yang menggabungkan kajian teks, kajian produksi media, dan kajian resepsi — penulis menelusuri bagaimana narasi, karakter, dan mekanisme produksi sinetron menyelaraskan nilai-nilai sosial tertentu dan sekaligus menegasikan kemungki…
Penelitian ini membahas proses komodifikasi budaya pada upacara adat Nutuk Beham di Desa Kedang Ipil, Kutai Kartanegara, yang mengalami pergeseran makna dari tradisi sakral menjadi festival komersial. Awalnya, Nutuk Beham merupakan ritual adat untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil panen padi yang melimpah, dilakukan secara gotong royong di ladang dengan serangkaian prosesi adat yang sarat …
Prospek wisata edukasi berbasis pelajar sekolah di Indonesia diprediksikan semakin cerah. SMSR (Sekolah Menengah Seni Rupa) Yogyakarta adalah sekolah yang menawarkan wisata edukasi budaya di Kabupaten Bantul. Wisata edukasi budaya di SMSR Yogyakarta merupakan suatu bentuk kunjungan wisatawan di lingkungan sekolah dan melaksanakan pelatihan praktek singkat berkarya seni rupa dan kriya. Penelitia…
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk partisipasi masyarakat serta dampak sosial dan ekonomi dari Festival Lima Gunung sebagai praktik budaya berbasis komunitas di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Festival ini diselenggarakan secara bergiliran oleh tujuh desa di lereng Gunung Merapi, Merbabu, dan Sumbing tanpa dukungan sponsor atau intervensi eksternal, sehingga menjadi model unik dala…
Fenomena menurunnya eksistensi seni dan budaya di Jambi menjadi latar belakang pentingnya penelitian ini. Salah satu upaya pelestarian yang signifikan dilakukan oleh Sanggar Sekintang Dayo, yang telah aktif berkesenian sejak tahun 1993. Pelestarian seni memerlukan keterlibatan aktif berbagai pihak. Beroperasi di Taman Budaya Jambi, sanggar ini awalnya diduga menjalin kerja sama resmi dengan ins…
Kolektif seni di Yogyakarta hadir dengan diversitas aktivasi program dan pendekatan artistiknya dalam memproduksi pengetahuan. Kultur kolektif seni di Yogyakarta ditopang dengan semangat gotong royong : nilai-nilai keterbukaan, kebersamaan, solidaritas, fleksibilitas, disisi lain berimplifikasi pada samarnya pendefinisian nilai kerja, anggota kolektif dan upah kerja kolektif. Tujuan penelitian …
Penelitian ini bertujuan memvisualisasikan kerusakan dan kerumpangan Rumah Gadang sebagai simbol budaya Minangkabau melalui pendekatan fotografi ekspresif dan teknik cetak alternatif gumoil. Permasalahan utama adalah bagaimana estetika dan makna dari kondisi Rumah Gadang yang mulai ditinggalkan dapat direpresentasikan secara visual sebagai refleksi atas melemahnya kesadaran kolektif terhadap ni…
Buku ini mengulas keterkaitan mendalam antara sistem pangan, penguasaan tanah, dan pembentukan identitas budaya masyarakat Malamoi—sebuah komunitas lokal yang hidup selaras dengan lingkungan alamnya. Melalui pendekatan etnografis, penulis menggambarkan bagaimana praktik bercocok tanam, pola konsumsi pangan, serta ritual adat yang berhubungan dengan tanah menjadi bagian integral dari cara masy…
Tradisi ngenger di Desa Grogol Ponorogo tahun 1960-an hingga 1980-an menjadi simbol kebangkitan dari keterpurukan. Tradisi ini berlangsung secara bertahap dan masif yang dibahas oleh Anang Masduki dalam bukunya “Ngenger dari Komunikasi Antarbudaya Menuju Transformasi Ideologi” tahun 2022. Lokalitas dan pendidikan menjadi fokus inspirasi pengembangan melalui seni dan desain. Penelitian ini b…
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mengapa gaya musik penceng dapat memenuhi selera musik anak muda desa Durian Tinggung. Berdasarkan fenomena pro kontra yang terjadi dikalangan masyarakat. Bagi orang tua dan beberapa seniman etnik menganggap musik penceng terkesan negatif bahkan bukan bagian dari budaya Karo. Sementara, anak muda menganggap musik penceng menjadi bagian dari budaya mereka, …