Terbitnya terjemahan buku ini sangat tepat.Kendati buku ini ditulis 60 tahun yang lalu namun aktualitasnya tak akan pernah pudar. Buku ini oleh orang Jerman disebut zeitos (mengatasi waktu) dan boleh disebut klasik dalam arti mengandung nilai serta kualitas yang merupakan salahsatu tonggak petunjuk dalam dunia refleksi pemahaman diri manusia universal.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami keberlanjutan dan perkembangan seni keprajuritan Keraton Yogyakarta. Keberadaan seni keprajuritan keraton berawal dari prajurit keraton yang mengalami perubahan fungsi dan perkembangan. Adapun seni keprajuritan rakyat merupakan hasil perkembangan dari seni keprajuritan keraton. Penelitian ini menitikberatkan pada perubahan fungsi, keberlanjutan d…
Penciptaan karya ini pada dasarnya menyoal segaligus merupakan usaha penyampaian pesan melalui karya lukis dengan memvisualisasikan bentuk dan ide yang meyulih rupa babi sebagai metafor sifat kebinatangan dalam diri manusia. Sifat yang dimiliki seperti babi, tamak, rakus, pemalas dan kotor dapat mewakili kegelisahan penulis terhadap adanya degradasi nilai kemanusiaan di lingkungan sekitar. Tuju…
Penciptaan film dengan menghilangkan karakter manusia merupakan sebuah upaya untuk merespon situasi pandemi yang sedang berlangsung. Eksistensi manusia dalam film ini digantikan dengan set dan properti. Pemilihan set dan penataan properti menjadi cara bertutur untuk menyampaikan gagasan mengenai tiga fase perjalanan manusia yang digambarkan melalui pencipt…
Awalnya buku ini berupa makalah kecil yang disampaikan penulis dalam berbagai kesempatan pelatihan dasar mengenai teknik penulisan ilmiah bagi para peneliti di pertengahan 1990-an. Saat itu tidak banyak literatur yang membahas masalah ini, situasi yang masih bertahan sampai sekarang. Sementara berbagai kejanggalan dalam teknik penulisan ilmiah di Indonesia masih terus terjadi di sana-sininya. B…
Yogyakarta dahulu dikenal dua orang pengendang hebat, generasi pertama yaitu Raden Lurah Larasumbaga dan Basuki Kuswaraga sebagai generasi kedua. Generasi ketiga yang mampu menduduki sebutan sebagai pengendang hebat adalah Trustho. Bila mencermati judul tesis yang mengantarkan Pak Trustho menyandang gelar Magister Humaniora sudah tersirat, bahwa ia akan banyak menuangkan pengalamannya sebagai p…
Buku ini sesungguhnya sekedar pemancingan awal kesadaran akan pentingnya kebudayaan gunung dalam wujud tulisan, apalagi kalau menyangkut kebudayaan dusun-dusun gunung yang dimarjinalkan oleh lapisan sosial yang strukturnya belum adil dan beradap, sekaligus perangsang bahwa tidak sekedar buku seni gerak dan pikiran warga dusun gunung sesungguhnya adalah bisa merupakan peristiwa dan sejarah tebal…
Kebudayaan tidak akan pernah berakhir sampai kapanpun. Selama manusia masih ada dan hidup di alam semesta ciptaan Tuhan ini, selama itu pula manusia akan berkarya menciptakan segala sesuatu. Seiring dengan berkembangnya kebudayaan manusia pun tidak pernah akan berakhir. Konsep dan teori-teori tentang kebudayaan juga mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Buku ini berisi konsep filsafat keb…
Era informasi yang penuh dengan silang sengkarut wacana membuat manusia menghadapi masalah - masalah kemanusiaan baru, diantranya delegitimasi dan kapitalisasi pengetahuan serta kehidupan mekanis dan ekonomis. Dunia kehidupan manusia dijajah menjadi sekedar persoalan sarana untuk mencapai tujuan. Pada saat itulah budaya telah kehilangan dorongannya sebagai sumber kreativitas manusia. Dalam hal …