Buku ini dapat digunakan untuk memahami teori interpretasi pada umumnya dan untuk melengkapi studi filsafat, teologi, sastra, sosiologi, etnografi ilmu komunikasi, ilmu hukum, ilmu politik yang kesemuanya mengarahkan pada disiplin dan mazhab buku ini, yakni Hermeneutika. Tidak semua tokoh secara eksplisit menyentuh persoalan interpretasi skriptural. Schleiermacher, Bultmann dan Ricoeur memang s…
Kebudayaan tidak akan pernah berakhir sampai kapanpun. Selama manusia masih ada dan hidup di alam semesta ciptaan Tuhan ini, selama itu pula manusia akan berkarya menciptakan segala sesuatu. Seiring dengan berkembangnya kebudayaan manusia pun tidak pernah akan berakhir. Konsep dan teori-teori tentang kebudayaan juga mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Buku ini berisi konsep filsafat keb…
Buku ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan psikoterapi, bukan pula buku swa-bantu yang menawarkan janjijanji dan pertolongan kilat dalam semalam. Namun demikian, setiap buku yang baik pada dasarnya adalah sebuah buku swabantu-ia membantu pembaca untuk melihat ke dalam dirinya sendiri dan pengalaman-pengalamannya melalui buku yang dia baca, dan untuk mendapatkan pengetahuan baru atas masalahm…
Perpangkal pada teori informasi Van Peursen melihat kebudayaan sebagai siasat manusia menghadapai hari depan. Dia melihat kebudayaan itu sebagai suatu proses pelajaran, suatu " learning process", yang terus menerus sifatnya. Di dalam proses ini bukan saja kreativitas dan inventitas merupakan faktor penting, melainkan kedua faktor ini kait - mengait dengan pertimbangan - pertimbangan ethis. Tanp…
"Apakah filsuf harus ambil bagian dalam peristiwa - peristiwa kontemporer dan mengomentari semua itu ?" adalah pertanyaan mengenai peran kaum intelektual dalam masyarakat kita. Jawaban atas pertanyaann ini sekarang harus mempertimbangkan dua titik ekstrem. Di satu sisi, partisipasi kaum intelektual dalam kejahatan -kejahatan abad kedua puluh sangat membebani pemahaman diri kelompok sosial ini, …
Filsafat Seni (philosophy of art) merupakan studi tentang sifat seni, termasuk konsep seperti interpretasi, representasi, dan ekspresi; dan bentuk. Hal ini terkait erat dengan estetika, studi filosofis tentang kecantikan dan rasa.
Istilah ini telah mengundang banyak kontroversi. Sayang kontroversi itu cenderung hanya menampilkan karikatur Postmodernisme, bukan kandungan maknanya yang lebih dalam. Buku ini membahas postmodernisme pada taraf lebih mendasar, khususnya dalam konteks filsafat. Dalam buku ini diperlihatkan medan luas dimana istilah postmodernisme digunakan. Secara lebih spesifik dibahas serangan-serangan postm…