Buku Pot-Pourri Fotografi ini merupakan kumpulan tulisan-tulisam yang pernah penulis hadirkan untuk seminar, katalog dan juga dimuat sebagai artikel lepas di jurnal seni. Kehadiran karya-karya foto dalam buku ini tidak semuanya dalam foto hitam-putih tetapi juga foto berwarna. Masing-masing diyakini memiliki nilai yang berbeda dengan kekuatan nuansa yang berbeda pula dalam konteks bahasa visual…
Buku ini diharapakan dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengkaji-ulang masa lalu Indonesia untuk etnografi Indonesia masa kini. Sesudah membaca buku ini peran etnografer bukan lagi memberi pemahaman dengan penggalian pola-pola makna terbagikan dari hasil olah tafsir peneliti. Pemahaman sadur budaya belaka akan mudah menjadi etnografi yang rawan dan rapuh dimanfaatkan pihak (kepanglimaan) te…
Ditulis oleh Deddy Mulyana,M.A.,Ph.D,seorang pakar komunikasi,buku ini mengkombinasikan uraian ilmiah, pengalaman pribadi, dan anekdot, tanpa mengurangi bobotnya sebagai buku yang layak dibaca. Di dalamnya akan mendaptkan banyak ilustrasi yang lintas budaya,lintasetnik, dan lintaszaman, termasuk corak bahasa verbal berbagai suku di Indonesia dalam ragam perilaku noverbal berbagai bangsa di dunia.
Post-colonial theory is a relatively new area in critical contemporary studies, having its foundations more Postcolonial Criticism brings together some of the most important critical writings in the field, and aims to present a clear overview of, and introduction to, one of the most exciting and rapidly developing areas of contemporary literary criticism. It charts the development of the field …
Buku ini menyajikan pergulatan pemikiran para tokoh besar juga akan mengasah daya nalar dan meningkatkan rasionalitas kita. Menyajikan pergulatan pemikiran yang berkembang di Perancis. Di dalamnya Anda akan menumukan banyak aliran pemikiran dari para pemikir yang terrkenal secara luas,seperti Henry Bergson, Blondel, Teilhard de Chardin, Gabriel Marcel, Sartre, Merleau-Ponty dan sebagainya. Sert…
“Selama kita hidup, kematian tak ada, dan ketika kematian datang, kita yang tak lagi ada.” Demikian tulis Damm. Sepanjang jejak sejarah filsafat barat, membicarakan kematian pun menjadi problem akut dan kronis;bagaimana kita bisa mengetahui sesuatu yang tidak pernah dialami oleh manusia yang masih ada bersama kita? Inilah buku dari penekun eksistemsialisme muda yang pantas dibaca, ditulis d…
In the first half of the twentieth century, Theodor Adorno wrote about the 'culture industry'. For Adorno, culture too along with the products of factory labour was increasingly becoming a commodity. Now, in what they call the 'global culture industry', Scott Lash and Celia Lury argue that Adorno's worst nightmares have come true. Their new book tells the compelling story of how material object…
Moving from web to field, from Victorian parlor to 21st-century mall, the 15 essays gathered here yield new insights regarding the intersection of local culture, musical creativity and technological possibilities. Inspired by the concept of "technoculture," the authors locate technology squarely in the middle of expressive culture: they are concerned with how technology culturally informs and i…
Ide perancangan ini berawal dari kegelisahan dalam mengamati ruang-ruang dengan kurangnya pemenuhan kebutuhan manusia didalamnya. Kebutuhan tersebut meliputi sarana untuk mempermudah manusia melakukan kegiatan. Selama ini pemenuhan kebutuhan manusia, sebagian besar dilakukan dengan orang berpenghasilan besar, seperti pembangunan hotel, apartemen, restauran, tempat hiburan, mall-mall besar,…
Buku ini menyajikan sebuah konteks bagaimana kolonial Belanda, refeodalisme rezim orde bara dan kapitalisme global menjadi sebuah sinergi dalam membentuk kesadaran tentang dan perilaku terhadap warna kulit di Indonesia kontemporer. Warna kulit tetap menjadi sarana vital untuk legitimasi atas banyak kepentingan. Globalisasi, kapitalisme, kelas, kekuasaan dan superiorotas kukuh berusaha menjaga d…