Buku ini membuat kita melupakan sejenak serbuan tulisan film yang betebaran di jagad maya itu dan seolah ingin mengajak siapapun yang telah menonton film untuk tidak tergesa-gesa menilai. penulis memberi semacam gambaran seperti apa “kritik film”, dan mahluk bernama “Kritikus film” itu. Mengawali bukunya, Ade sedikit menggambarkan kondisi kritik film di Indonesia. Tentunya sesuai zama…
Buku ini diperuntukkan bagi: Seniman, desainer, mahasiswa desain, mahasiswa seni, fotografer, perupa, lay-outer, penikmat seni, pembaca buku, redaktur penerbitan (majalah, jurnal, koran, buku), dan masyarakat umum. Bagi seorang seniman alam, mengikuti aturan dalam merancang sebuah karya seni sama halnya dengan mengikatkan diri dalam sebuah belenggu. Padahal, seni adalah wujud ekspresi yang beba…
Buku ini menjadi istimewa bukan saja lantaran paling luas menguraikan sejarah film periode 1900–1950, tetapi juga ditulis oleh Misbach Yusa Biran yang sohor sebagai “ensiklopedi berjalan” film Indonesia. Ia bukan saja hadir sebagai cendekiawan pengamat dan pencatat sejarah perfilman Indonesia yang ketil, tetapi juga “saksi hidup” dan orang yang tahu “apa yang terjadi” dengan dunia…
Buku ini diawali dengan bagaimana melakukaan kajian film, lalu dilanjutkan dengan analisis produksi film dan diakhiri dengan analisis teks film. Buku ini meliputi tulisan tentang bagaimana melakukan telaah dan analisis film dalam beragam genre, juga teori-teori film antara lain Mrxisme klasik, neo marxisme gramsci, industri budaya, kajian budaya dan feminisme. juga tulisan pada ranah produksi f…
Film dengan pelbagai bentuk penayangan kini mengepung kehidupan kita. Sebagaimana buku diterbitkan untuk kita baca, film diproduksi untuk kita lihat dan dengar. Pengalaman kita ketika menikmati tayangan film menyerupai pengalaman kita pada saat menghayati bahasa. Seseorang yang berpengalaman menghayati film pasti lebih banyak melihat dan mendengar. Untuk itu kita perlu melakukan kegiatan apresi…
Proyeksi Berkelanjutan: Konsep dalam Manajemen Festival Film menggali jauh ke dalam bisnis organisasi festival film yang berbahaya dan intuitif. Alex Fischer menuangkan bisnis yang sering kacau ini ke dalam kerangka kerja yang disesuaikan dari Teori Sistem Terbuka, sehingga menjadi mungkin untuk memikirkan festival dalam istilah yang lebih pragmatis. Buku ini tidak dimaksudkan untuk menjadi pan…
Pembuatan film selalu dikaitkan dengan kerja sama tiga plhak: Penulis Skenario, Sutradara, dan Produser. Penulis Sekanario .menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan, Sutradara mewujudkan gagasan itu dalam rekaman audio-visual, sementara Produser adalah orang yang membantu Sutradara dalam mengelola proses pembuatan film tersebut. Buku ini membahas aspek produksi dari sisi manajemen dan kalkulasi,…
Dari tahun ke tahun banyak bermunculan film yang didasarkan pada novel. Namun film yang dihasilkan itu sering menimbulkan ketidakpuasan para pengarang novel dan para penonton film. Mengapa hal itu terjadi? Pamusuk Eneste berusaha menyodorkan jawaban secara panjang lebar atas pertanyaan di atas. Disodorkan uraian tentang hakikat dan seluk beluk novel, demikianpun tentang film. Kemudian dilakukan…
Buku ini dapat dijadikan stimulus dan inspirasi bagi pembaca yang berminat di bidang film. Buku ini sangat cocok untuk anak muda yang kreatif dan juga semua kalangan yang ingin membuat filmnya sendiri, karena berisi tentang pembuatan filmmulai dari desain produksi fil, tahapan dalam produksi film, promosi film, kendala dalam produksi film berbasis komunitas, mengenal kru produksi dan pemain fil…
Taman Sari Yogyakarta atau Taman Sari Keraton Yogyakarta (Hanacaraka: Tamansari Ngayogyakarta) adalah situs bekas taman atau kebun istana Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, yang dapat dibandingkan dengan Kebun Raya Bogor sebagai kebun Istana Bogor. Kebun ini dibangun pada zaman Sultan Hamengku Buwono I (HB I) pada tahun 1758-1765/9. Awalnya, taman yang mendapat sebutan “The Fragrant Garden”…