Buku Dadi Wong Wadon: Representasi Sosial Perempuan Jawa di Era Modern mengulas dinamika identitas dan posisi perempuan Jawa dalam arus perubahan sosial, budaya, dan modernitas. Melalui pendekatan kajian budaya dan gender, buku ini membongkar konstruksi tradisional tentang peran perempuan Jawa yang selama berabad-abad dipengaruhi oleh nilai-nilai patriarki, adat, dan simbol-simbol budaya lokal.…
Buku ini berisi puluhan cerita faktual mengenai kehidupan seni dan para seniman yang hidup di tengah arus sejarah—yang dipenuhi dinamika sosial, ekonomi, dan politik yang absurd, lucu, sekaligus membingungkan. Cerita-cerita tersebut dikemas secara menarik, disertai 120 foto peristiwa dan ilustrasi penuh makna yang turut menghibur pembaca. Tulisan-tulisan ini diperkaya dengan ilustrasi, catata…
Buku ini membahas dinamika estetika dalam seni kontemporer melalui konsep "konsensus selera" yang tidak stabil—yang dapat beralih menjadi bentuk ketidaksepakatan (disensus), seiring dengan demokratisasi selera dalam konteks globalisasi yang cepat berubah. Penulis mengeksplorasi hubungan antara karya seni dan pengalaman estetis pembacanya, dengan menekankan bahwa selera adalah sumber vital dal…
Buku Apresiasi Seni Rupa membahas konsep, teori, dan praktik dalam memahami serta menilai karya seni rupa. Penulis menguraikan pentingnya apresiasi sebagai jembatan antara seniman, karya seni, dan masyarakat. Di dalamnya dijelaskan unsur-unsur seni rupa, prinsip estetika, gaya, aliran, serta konteks budaya yang melatarbelakangi penciptaan karya seni. Selain itu, buku ini memberikan panduan tent…
Buku ini merupakan kumpulan esai reflektif dan kritis yang mengulas berbagai persoalan dalam industri musik kontemporer, serta dampak dominasi platform dan kapitalisme digital terhadap para musisi lokal. Deugalih menyoroti bagaimana entitas global—mulai dari layanan streaming hingga algoritma platform—telah mereduksi peran musisi sebagai aktor utama dalam industri yang seharusnya memihak kr…
Buku ini bukan sekadar bahasan soal film, melainkan ideologi—karena tidak ada medium yang lebih "memikul" nasionalisme di Indonesia selain film. Sejak pemutaran perdana Darah dan Doa di Istana Merdeka pada tahun 1950, hingga era Orde Baru yang memisatkan film dari bentuk seni lainnya di bawah Departemen Penerangan, hingga periode pasca‑Reformasi di mana Festival Film Indonesia menjadi arena…
Buku ini adalah kumpulan 24 proyek DIY upcycle hasil kreasi desainer produk internasional, lengkap dengan instruksi langkah demi langkah yang memungkinkan pembaca membuat berbagai karya desain berkelas secara mandiri Upcycle StudioAntoine Online. Proyeknya berkonsep sustainable design: mengubah barang bekas menjadi produk baru bernilai tinggi tanpa pemborosan dan tetap estetis Teen Vogue.Jenis …
Anak-anak adalah harapan sebuah masa depan bangsa. Masalah kesehatan mental pada anak-anak dianggap sebagai salah satu tantangan kesehatan masyarakat global, termasuk Indonesia. Baru-baru ini menunjukkan peningkatan signifikan masalah terkait anak yang dipengaruhi oleh pola asuh orang tua yang tidak tepat, kekerasan seksual, masalah kesehatan mental bawaan, kematian orang tua, gangguan dalam ak…
Peran artisan dalam keterlibatan proses penciptaan seniman bukan lagi menjadi hal baru, semakin kesini banyak seniman yang melibatkan artisan dalam proses penciptaan. Label seniman sebagai pencipta tunggal masih mengusai seluruh aspek kreatif, hal tersebut membuat keterlibatan artisan jarang memiliki pengakuan. Fenomena ini menunjukkan ketimpangan persepsi antara seniman pemilik ide utama dan k…
Dalam sejarah sinema Indonesia, representasi perempuan seringkali terperangkap dalam narasi patriarkal yang melanggengkan stereotip gender. Namun, munculnya film-film kontemporer seperti Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak, Yuni, dan Like & Share menawarkan perspektif baru di mana semua film tersebut dibuat oleh perempuan dan mencoba untuk menunjukkan nilai patriarki dan mengkritisi nilai pat…