Buku ini mengangkat kenyataan bahwa wacana feminisme saat ini telah banyak dikomodifikasi dan dipakai sebagai alat untuk kepentingan elit ataupun individualisme kaum liberal, sehingga fungsi perjuangannya sebagai alat melawan ketidakadilan sosial menjadi tereduksi. Penulis menawarkan bahwa feminisme pada hakikatnya bukan produk yang bisa “dibeli”, melainkan senjata untuk memperjuangkan pemb…
Buku ini memberikan pemahaman mendasar sekaligus komprehensif mengenai konstruksi gender dalam kajian sosiologis. Dipandu oleh prinsip bahwa gender bukan sekadar perbedaan jenis kelamin, melainkan mencakup peran, tanggung jawab, dan konstruksi sosial budaya yang sangat dipengaruhi oleh konteks masyarakat setempat. Hal ini membuat gender bersifat fleksibel dan bisa berubah seiring dengan norma d…
Kumpulan esai ini merupakan hasil karya 30 alumni Sekolah Literasi Ekofeminis dari kolektif Ruang Baca Puan. Mereka menarasikan pengalaman masing masing sebagai aktivis, pekerja media, dosen, mahasiswa, masyarakat adat, ibu rumah tangga, hingga penyintas kekerasan, melalui lensa ekofeminisme yang mempersoalkan hubungan antara dominasi perempuan dan kerusakan lingkungan yang dihasilkan oleh kapi…
Peran Mbok Mase sebagai pemegang roda perdagangan batik ternyata mampu mengubah stigma perempuan Jawa yang biasanya bergelut pada ruang domestik. Perdagangan batik di pasar sebagian besar dikelola oleh Mbok Mase. Pada tahun 1930 Kota Surakarta menjadi pusat batik terbesar dengan 230 buah industri batik yang sebagian besar berada di Laweyan. Kampung Laweyan dibawah kepemimpinan Mbok Mase mampu m…
Proses kreatif menjadikan seniman memiliki keinginan untuk selalu meningkatkan kemampuan kreativitas. Proses kreatif melibatkan unsur-unsur yang saling mempengaruhi. Dias adalah seorang perempuan yang memiliki kemampuan menciptakan produk fesyen ecoprint dan aktif bersosialisasi di ranah publik sebagai narasumber pada workshop dan pelatihan. Produk fesyen Dias Missdaun diciptakan dengan melibat…
Buku ini adalah perenungan historis yang mendedah akar-akar feminisme, hak suara, pembebasan di tahun 1960an, dan kemudian menganalisis situasi terkini para perempuan di seantero Eropa, Amerika Serikat, serta belahan dunia lainnya, terutama di negara-negara Dunia Ketiga. Margaret Walters membabarkan pelbagai kesukaran dan ketidaksetaraan yang masih dihadapi oleh perempuan, lebih dari 40 tahun s…
Pada Alam Melayu, seorang Raja yang berkuasa harus memiliki keutamaan sifat mengayomi, simbolisasi sifat mengayomi di dalam lakon Makyong lebih terwakili dengan perempuan, sebetulnya perempuan didalam Makyong itu bukan dinilai secara fisik, itu hanya sebuah simbol yang melekat didalam jiwa seorang Raja Rahim ibu adalah rahim yang bertabiat melindungi dan memagari serta memelihara. Perempuan di …
Feminisme menyadarkan kita akan ketidakadilan gender dalam masyarakat kita, di mana pun kita berada. Kemudian tentu saja dibutuhkan kegiatan - kegiatan yang mempersoalkan dan mengalisis ketidakadilan itu secara kritis, dan berusaha mengubah keadaan. Namun kalau kita berada di negara pascakolonial, alias di belahan dunia yang sering disebut " Dunia Ketiga", kitik feminis semacam itu mudah menjad…
Teknologi Tepat Guna dalam Konteks Estetika karya Yos Suprapto, bisa menjadi shock therapy bagi mereka yang terlalu naif mempercayai teknologi instrumental dan teknologi energi serba canggih yang sekarang telah menjadi bagian dari realitas keseharian umat manusia modern atau bisa pula berperan sebagai provokator terhadap pembaca yang menyerahkan nasib mereka sepenuhnya kepada “kecanggihan dan…