Setiap orang dalam kehidupannya pasti memiliki berbagai kegelisahan yang dialami dan dirasakan yang terkadang menimbulkan suatu polemik. Sebagai perempuan, penulis merasakan bahwa perempuan masih belum mendapatkan hak-haknya secara penuh. Perempuan masih belum memiliki kontrol penuh atas dirinya sendiri, karena budaya patriarki yang terus melanggeng. Citra tubuh adalah salah satu hal yang terus…
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan makna yang terkandung dalam Beksan Ajisaka Kraton Yogyakarta dengan menggunakan pendekatan semiotika. Beksan Ajisaka merupakan karya tari tradisional yang sarat nilai filosofis dan sejarah yang mencerminkan kekayaan budaya Jawa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika Tasdeusz Kowzan, yaitu menganalisis makna, …
Kajian ini menganalisis karya Jalan, Berjalan, Perjalanan oleh Mila Rosinta sebagai representasi konstruksi tubuh perempuan dalam karya tari. Karya tari Jalan, Berjalan, Perjalanan (2022) merupakan pembaruan karya tari Drupadi (2018), yang sekaligus menelaah kembali ide konsep karya tersebut dengan menyandingkan sosok Drupadi dengan konstruksi tubuh-tubuh perempuan milenial saat ini. Melalui ka…
Mengapa kita perlu belajar tanda? Pertanyaan lama filsafat ini sudah dijawab pada abad ke-20 oleh ilmu semiotika. Lolongan binatang, puisi, gejala medis, pesan media, kekacauan bahasa, arsitektur, pemasaran, bahasa tubuh dan seterusnya masuk dalam ranah semiotika. Buku ini menyarikan perkembangan kajian tanda dari pendahulu klasiknya hingga post-strukturalisme kontemporer. Para tokoh semiotika,…
Umberto Eco mendekati semiotika bukan sebagai semesta yang tersusun dari tanda-tanda, melainkan sebagai satu-kesatuan utuh yang tersusun dari fungsi-fungsi semiotik (sign-functions). Berbeda dengan tritunggal Peirce, ia telah mengembangkan teori semiotikyang non-referensial: Ekspresi dapat digunakan untuk merujuk pada hal-hal atau keadaan dunia, tetapi mereka berasal dari isi atau konten yang d…
Umberto Eco mendekati semiotika bukan sebagai semesta yang tersusun dari tanda-tanda, melainkan sebagai satu-kesatuan utuh yang tersusun dari fungsi-fungsi semiotik (sign-functions). Berbeda dengan tritunggal Peirce, ia telah mengembangkan teori semiotik yang non-referensial: Ekspresi dapat digunakan untuk merujuk pada hal-hal atau keadaan dunia, tetapi mereka berasal dari isi atau konten yang …
Native advertising dalam website berita adalah strategi pemasaran yang menempatkan konten iklan di persimpangan komersial dan jurnalistik. Strategi ini berpotensi memicu kesalahan persepsi bagi konsumen yang mungkin tidak dapat membedakan antara iklan dan berita. Penelitian makna konotasi bertujuan untuk memahami pesan implisit dalam native advertising, serta …
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menemukan penemuan menggunakan sesuatu yang terjangkau tetapi mengabaikan keberadaannya untuk diolah menjadi barang yang berguna. Misalnya, urine diolah menjadi bahan bakar minyak. Selain itu, ada sabut kelapa yang diolah menjadi rompi antipeluru. Ini bisa terjadi karena sesuatu yang terabaikan memiliki potensi yang dapat digunakan untuk diolah menjadi b…
Kebijakan pemerintah daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada sektor tata ruang tidak hanya membenahi sarana umum, tetapi juga berupaya memberi tanda identitas (nama area) di suatu area tertentu, salah satunya yaitu tanda tipografis 3D. Dari kecenderungan pemilihan bentuk tanda berunsur tipografi 3D tersebut daripada bentuk tanda lainnya, dapat diasumsikan bahwa tanda yang demikian diang…
Buku ini merupakan sebentuk usaha untuk memberikan gambaran bagimana melakukan pembacaan karya fotografi, khususnya fotografi potret. Maksud pembacaan dalam buku ini adalah upaya untuk memahami interaksi antara fotografer, aspek-aspek teknis, identitas, serta aspek sosial budaya yang melingkupi proses penciptaan foto potret, hingga menjadikannya bermakna. Premis yang dikembangkan disini ialah b…