Buku ini membicarakan perihal ensambel Talempong Unggan, sebuah esambel yang berasal dari daerah unggan, Sumpur kudus, Kabupaten sijunjung Sumatera Barat. Talempong unggan merupakan salah satu subyek kajian music tradisonal yang diminati para peneliti namun buku ini memiliki tempat khusus dalam peta kajian talempong unggan itu. Karena pembicarakan konsep pembelajaran
Buku ini memberikan gambaran tentang bentuk interaksi yang bisa digunakan dalam kegiatan belajar-mengajar. Dengan interaksi tersebut, diharapkan bisa meningkatkan motivasi siswa untuk menunjukkan minat, inisiatif dan aktif dalam kegiatan belajar. Sehingga akan terbentuk komunikasi timbal-balik antara guru dan siswa. Dengan demikian, akan diperoleh hasil yang lebih baik bagi siswa yaitu tidak se…
Cakupan tulisan penulis buku ini sangat luas—mulai dari budaya pop hingga filsafat, dari people temple hingga Thomas Aquinas, dari Casablanca hingga Roland Barthers. Esai pembuka memperlihatkanketekunan dan pencarian sang pengarang yang bertamasya menilitasi seluruh daratan Amerika manakala ia sedang mencari tempat untuk menyelidiki perbatasan realisme,jiplakan yang menjanjikan lebih ketimban…
Abstrak Seri eko-arsitektur (warna hijau muda) diciptakan untuk memperdalam pengetahuan ekologi berhubungan dengan pembangunan dan arsitektur. Tekanan luar yang mempengaruhi usaha ternadap kelanjutan keselarasan ekologi dan kegiatan manusia tersebut untuk masa depan adalah: - pemeliharaan, perawatan, dan pelestarian biosfer, - mendaur ulang sumber bahan baku alam, dan - mentransformasikan ener…
Batik adalah warisan adiluhung bagi Bangsa Indonesia yang sudah mendunia. Batik merupakan perpaduan antara seni (art) dan kerajinan (craf) pada kain dengan menggunakan teknik pelapisan lilin secara tradisonal. Buku ini sarat dengan berbagai kajian tentang batik. Dimulai dengan sejarah batik, makna filosofi batik, proses pembuatan batik, hingga ragam batik dalam pola dan motif.
Ketika anda misalnya sedang melintas di Menteng, Pluit, Bintaro, Kemang, Pondok Indah, Cempaka Putih, Rawamangun, Warung Buncit, Kebayoran dan Cengkareng, pernahkah terpikirkan mengapa tempat itu diberi nama demikian? Ternyata, semua tempat di Jakrta punya riwayat sendiri. Ada yang berasal dari nama pepohonan, binatang, orang, sawah, kebun, hutan, dan peristiwa. dulu merupakan "tempat jin buang…