Orang sering melupakan membuat catatan perjalanan dalam hidupnya, padahal mungkin catatanya kelak bisa berguna bagi banyak orang. Memasuki dunia baru yang sama sekali belum dikenalnya, menyerap hal-hal baru, berpetualang dengan alam, dan berinteraksi dengan manusia-manusia yang sedang dilanda duka ternyata mengandung makna yang sangat dalam. Buku ini menyajikan catatan-catatan kerja dan perjala…
Tulisan ini adalah hasil pemelitian penulis mengenai sikap bahasa.Penelitian itu dilakukan selama tahun 1991. Pembasannya tentang hubungan antara bahasa daerah dan bahasa nasional serta hubungan antara bahasa nasional dengan bahasa asing sedikit banyak ada kaitannya dengan sikap bahasa. Meski sampai saat ini di Indonesia kajian khusus mengenai sikap bahasa dirasa masih kurang. Tulisan ini terdi…
Awalnya diterbitkan pada tahun 1936, buku ini menyajikan isi Kuliah Rede untuk tahun itu, yang disampaikan oleh Sir Cedric Hardwicke di Cambridge University. Buku ini akan menjadi nilai kepada siapa pun dengan minat dalam drama dan sastra Inggris. Dalam buku ini akan membahas maslah kurikulum yang berkaitan dengan sastra inggris dan kaitanya dengan seni drama.
Kinilah waktunya yang tepat bagi kesenian untuk membuktikan bahwa kesenian adalah aset negara. Sebuah lagu, sebait sajak, buku novel, sebuah lukisan, tarian, film, resital musik, pertunjukan teater,dan sebagainya bukan hanya semata-mata hiburan, meskipun memang bisa menghibur. Kesenian adalah upaya untuk membangun bangsa ini dari dalam batinnya.
Humanisme yang historis, itulah tafsiran dan terjemahan konkret P.Swantoro terhadap visi humanisme-transedental Harian Kompas P Swantoro memang menulis tentang manusia, tetapi menulis itu tak pernah bisa dimengerti tanpa sejarah bangsanya. Maka ia meletakkan manusia itu dalam horizon yang amat luas, horizon sejarah itu sendiri.
Buku ini membicarakan Punk sebagai fenomena subkultur. Subkultur sendiri merupakan sekelompok orang yang memiliki perilaku dan kepercayaan yang berbeda dengan kebudayaan induk. Keanggotaan sub kultur biasa ditunjukan melalui gaya hidup serta penggunaan simbol-simbol tertentu. Pada perkembangan lebih lanjut, sub kultur muncul sebagai upaya dalam memecahkan persoalan-persoalan yang timbul akibat …
Peradaban Tionghoa telah ratusan tahun lamanya mengakar dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagaian ajaran filsafat, karya sastra, perayaan hari besar, ilmu dagang, arsitektur, hingga kulinernya telah berkembang dan menjadi dari budaya Indonesia masa kini. Nio Joe Lan (1904-1973), penulis Melayu Tionghoa terkemuka di zamanya, menuturkan dengan lugas dalam buku ini makna berbagai leluri ata…
Buku ini lahir di tengah berlangsungnya Konferensi Eranos di Ascona, musim panas 1956. Kurt Wolff, seorang penerbit, ketika berbincang dengan beberapa rekannya dari Zurich, mengutarakan harapannya agar Pantheon Books di New York mau menerbitkan biografi Carls Gustav Jung, Dr. Jolande Jacobi, seorang rekan sejawat C.G.Jung, mengusulkan agar penulisan biografi dipercayakan kepada saya. Pada musim…
Hampir tidak mungkin masyarakat ada tanpa lambang. Setiap komunikasi, dengan bahasa atau sarana yang lain, menggunakan lambang-lambang. Istilah lambang sangat penting dalam filsafat, dalam sosiologi, dalam psikologi, dan dalam kesenian;bahkan begitu aja digunakan dalam iklan, berita, pidato politik, perkiraan cuaca, dan analisis ekonomi. Bagaimana sesungguhnya lambang-lambang timbul, bagaimana …
Di zaman kita ini jika mempersoalkan sastra umumnya kita mengacu ke sastra cetak. Karya sastra yang disebarluaskan kita mengacu ke sastra cetak. Karya sastra yang disebarluaskan lewat buku, majalah, dan koran itulah yang kita maksudkan sebagai sastra. Karena penerbitan karya sastra lewat media cetak tidak menggembirakan, kita sering beranggapan bahwa apresiasi sastra kita merosot.