Edmund Husserl menyebut filsafat fenomenologi sebagai "ilmu" untuk menegaskan bahwa disiplin ini tidak bisa "dimitologisasikan". Artinya, fenomenologi bukan sejenis filsafat "kebijaksanaan" yang dideklarasikan Sokrates, melainkan sebagai science seperti ilmu - ilmu pengetahuan pada zamannya yang mengubah peradaban dunia. Alfred Schutz bahkan menyebutkan sebagai metodologi, karena di dalamnya le…
Terbitnya terjemahan buku ini sangat tepat.Kendati buku ini ditulis 60 tahun yang lalu namun aktualitasnya tak akan pernah pudar. Buku ini oleh orang Jerman disebut zeitos (mengatasi waktu) dan boleh disebut klasik dalam arti mengandung nilai serta kualitas yang merupakan salahsatu tonggak petunjuk dalam dunia refleksi pemahaman diri manusia universal.
Buku ini didesain khusus untuk memudahkan studi fenomenologi, terutama bagi peneliti pemula (S.1), penelitiMadya (S.2)mmaupun peneliti paripurna (S.3) dengan tetap mempertahankan esensi dari filsafat fenomenologi dan metode penelitian kualitatif sebagai satu-satunya pendekatan relevan. Pada bagian awal disajikan pandangan para tokoh-tokoh fenomenologi. Kemudian, fenomenologi dijabarkan sebgai i…
Fenomenologi sebagai suatu metode penelitian menggambarkan makna pengalaman hidup bagi beberapa individu tentang suatu konsep atau fenomena, serta mengeksplorasi struktur kesadaran dalam pengalaman manusia. Penelitian fenomenologi murni lebih menekankan pada penggambaran daripada penjelasan atas semua hal, tetapi tetap memperhatikan sudut pandang yang bebas dari hipotesis atau praduga. Dalam r…
Dalam buku ini Scott Lash mempertegas kontinuitas sekaligus diskontinuitas antara modernisme dan postmodernisme. Di satu pihak ia memetakan postmodernisme sebagai paradigma kultural yang meresapi hampir segala sisi kehidupan mutakhir yang ditandai oleh tendensi dediferensiasi, problematisasi realistis dan instabilitas makna. Di pihak lain ia menilai bahwa postmodernisme sebenarnya toh kurang me…
Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengamati tingkah laku manusia yang bervariasi. Reaksi mereka terhadap sesuatu juga berbeda-beda. Pertanyaannya, bagaimana menjelaskan hal ini?Ada banyak penjelasan yang dikemukakan oleh berbagai disiplin ilmu, misalnya filsafat, ilmu agama, sosiologi, psikologi dan sebagainya.Ilmu psikologi, sebagai ilmu yang menjelaskan tingkah laku manusia, akan bertanya, ap…