Buku Teks
Membangun peradaban dunia : semburat asa dalam revitalisasi Taman Ismail Marjuki Jakarta
Buku ini mengisahkan perjalanan Taman Ismail Marjuki (TIM) sejak dibangun pada tahun 1968 sebagai pusat kesenian yang bebas dari intervensi kekuasaan, menjadi ruang budaya yang dinamis dan menjadi bagian penting dalam kehidupan seni di Jakarta. Pada masa Gubernur Ali Sadikin, TIM berkembang pesat sebagai ekosistem seni yang produktif, namun kemudian mengalami kemunduran setelah adanya campur tangan birokrat dan persaingan dari gedung-gedung kesenian lain. Berbagai upaya revitalisasi dilakukan oleh pemerintahan Jakarta untuk mengembalikan peran dan fungsi TIM, termasuk sayembara revitalisasi pada 2007 yang dimenangkan oleh arsitek Andra Matin. Proses revitalisasi itu dilembagakan kembali dalam perayaan 50 tahun TIM pada era Gubernur Anies Baswedan, sehingga “The new TIM” kembali berfungsi sebagai ruang kreativitas dan destinasi budaya populer.
Tidak tersedia versi lain