Kolektif seni di Yogyakarta hadir dengan diversitas aktivasi program dan pendekatan artistiknya dalam memproduksi pengetahuan. Kultur kolektif seni di Yogyakarta ditopang dengan semangat gotong royong : nilai-nilai keterbukaan, kebersamaan, solidaritas, fleksibilitas, disisi lain berimplifikasi pada samarnya pendefinisian nilai kerja, anggota kolektif dan upah kerja kolektif. Tujuan penelitian …
Budaya makan mi hari ini tidak lepas dari perjalanan panjang budaya orang Tionghoa yang dibawa ke Nusantara. Setiap daerah kemudian mengembangkan sajian mi yang beragam menyesuaikan dengan bahan yang tersedia. Beragamnya pendatang di berada Yogyakarta turut memengaruhi beragamnya sajian mi ini membuka peluang wisata gastronomi yang menghadirkan pengalaman multikultural. Melalui fenomena tersebu…
Eksistensi musik dalam kultur pendidikan diharapkan memiliki nilai-nilai edukatif dan estetis bagi sebuah proses pembelajaran untuk menghasilkan sumber daya manusia yang menghargai musik tradisinya. Buku ini membahas tentang fenomena kompetensi musikal yang terkandung dalam berbagai aspek dari kehidupan manusia. Aspek yang mengedepankan Fungsi musik menjadi identitas suatu bangsa melalui fenome…
Suku Batak lekat dengan stereotipe sebagai suku penyanyi yang memiliki suara merdu dan mendayu, namun seiring perkembangan zaman kini gaya bernyanyi vokalis Batak dinilai mengalami perubahan menjadi cenderung kasar dan terkesan berteriak atau mangarittak yang dalam istilah musikologinya adalah rasp / false fold distortion. Namun gaya tersebut menuai pro dan kontra antara audiens, sebagian audie…
Penelitian ini membahas akulturasi budaya Suku Mandar di Bali, khususnya di Kampung Mandar Sumberkima. Masyarakat Mandar di Bali berinteraksi harmonis dengan masyarakat Hindu Bali, menunjukkan toleransi yang kuat. Mereka memiliki dua cerita asal-usul kedatangan mereka di Bali. Mereka merasa terpisah dari keluarga mereka di Sulawesi, dan ide ini menjadi inspirasi penulis untuk membuat karya seni…
Disertasi ini untuk mengetahui dan menjelaskan makna terbesit bejamu Saman, akibat dari sikap generalisir dan derasnya penggunaan budaya global yang dimaknai secara sempit atau berorientasi pada serimonial belaka (duniawi). Pencapaian artistik Saman di atas panggung festival tampak mengesampingkan naluri bermain-mainnya orang untuk berkreatifitas. Konsep pembagian biner yang saling tarik-menari…
Sebagai 'idola' negara dunia ketiga, wacana postkolonial dipahami sebagai pemikiran yang memberi 'daya emansipasi' terhadap warga terjajah. Wacana ini digadang-gadang sebagai perkakas yang manjur untuk keluar dari dominasi diskursus kebudayaan yang dikonstruk oleh nalar kolonial. Dari sinilah lahir sederet tokoh seperti Edward Said dan Talal Asad, yang melakukan kritik tajam terhadap diskursus …
Buku "Komunikasi Antarbudaya" ini diramu dari hasil penelitian dan artikel penulis, terdiri dari lima bagian. Satu tentang "Membangun Harmonisasi dalam Kemajemukan". Isinya lebih menekankan pada komunikasi masyarakat beda agama dalam membangun harmonisasi dan kerukunan hidup. Dua tentang "Dakwah di Tengah Masyarakat Multikultural". Di dalamnya menguraikan etika komunikasi dakwah pada masyarakat…
Seorang sosiolog berkata "Ceritakan kepadaku pendidikan yang ada di negaramu, maka aku akan mengetahui kualitas manusianya." Artinya kualitas pendidikan menjadi kunci maju tidaknya suatu negara. Tanpa pendidikan yang berkualitas mustahil sebuah negara akan maju. Di dalam Undang Undang Nomor 20 Tahun 2013 pendidikan dimaknai sebagai "usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar da…