Dengan preferensi pada strukturalisme dan semiotik ini, kita masih bisa berharap agar studi kebudayaan pada umumnya dan antropologi pada khususnya mampu menunjukan potensinya sebagai sebentuk kritik kebudayaan (cultul criticsm) yang niscaya mempertanyakan dan menguji kembali anggapan-anggapan umum yang terlanjur diterima begitu saja.
Buku ini merupakan sebuah pemahaman melihat atau mengamati sebuah tarian yang dapat dilakukan dengan menganalisis konsep-konsep bentuk teknik dan isinya (content, form, technique and content). Ketiga konsep koreografis ini sesungguhnya merupakan satu kesatuan bentuk tari, namun dapat dipahami secara terpisah. Sebuah pemahaman konsep isi tidak akan hadir tanpa bentuk.
Beruntun dan pasti, negara-negara miskin selalu saja ketiban susah, lantaran semakin mengguritanya kapitalisme global. Setelah memorak-porandakan cara berpikir, struktur ekonomi, hingga ke cita-cita bangsa, kekuatan modal global itu masih tetap beringas. Ia hadir bak pembunuh mayat. Maksudnya, membunuh kaum papa yang terang-terang sudah mati eksistensinya. Bila ditilik, ternyata ada banyak ke…
Buku karya Roland Barthes yang paling banyak dibaca, yang memperlihatkan bahwa ia adalah penganalisis yang palimng jeli ihwal sosiopatologi kehidupan sehari-hari. Buku ini memiliki cakupan luas tentang berbagai praktik, peristiwa dan objek budaya, mulai dari foto makanan di majalah hingga gagasan tentang serangan alien, dari gambar ikonik. Setelah membaca buku ini, Anda akan melihat kehidupan k…
Buku ini penting. Penulis buku ini termasuk pengamat kegiatan teater dan sastra kontemporer di Indonesia yang paling lihai. Dengan kesenimannya dan pendekatan sosiologi, penulis mampu melihat banyak hal yang gampang luput dari pandangan orang lain. Membaca buku Afrizal ini kita tidak hanya menghadapi antologi semata melainkan sebuah kamus atau ensiklopedi dimana kita bisa mencari dan mendapatla…
Mempelajari keahlian apapun tidak terluput dari kesulitan dan kesalahan. Hal ini dapatb membuat kita frustasi dan ini sungguh nyata bagi seseorang yang sedang belajar bagaimana menjadi pemimpin pujian dan musik ibadah yang efektif. Berlatih memakai metode dan ide yang belum teruji, lalu mencoba menerapkannya pada jemaat atau pada tim musik seringkali mengecewakan. Mencoba dan mencoba tetapi ter…
Dalam kumpulan cerpen terbarunya, Jangan Main-Main (dengan kelaminmu), Njenar Maesa Ayu menampilkan satu dunia yang dipadati manusia terluka, marginal dan terkkhianati. Tak ada pijakan kokoh dalam dunia ini. Komitmen dapat berubah setuap saat, ikatan tidak mengikat, dan logika tak punya validitas. Karakter-karakter yang bermunculan dalam cerpen-cerpennya tersebut boleh dikatakan hampir semuanya…
Buku ini adalah salah satu diantara keramaian berbagai pengkajian ulang ihwal kritik seni. Yang menarik adalah ketika orang beramai-ramai menggunakan berbagai paradigma baru semacam fenomenologi, poststrukturalisme, ataupun hermeneutik, Mamannoor sepertinya tetap melihat pentingnya dasar yang bersifat “positivistik”. Ketika trend baru cenderung nyaris melenyapkan “subjek” si seniman, ia…
Topeng Sidhakarya adalah salahsatu simbol masyarakat Bali. Di dalamnya tersimpan nilai-nilai kehidupan yang masih relevan dengan kehidupan masa kini. Perubahan fungsi topeng Sidhakarya dari seni wali menjadi seni yang bersifat bebali dan bali-balihan, menggambarkan sebuah transformasi waktu yang tak dapat dielakkan dari kehidupan masa kini. Perubahan dari sakral menjadi sekuler atau sebaliknya…
Seiring dengan kemajuan zaman dan teknologi, tradisi dan kebudayaan daerah sudah mulai memudar. Selain itu masyarakatnya banyak mengalami penurunan karakter, sehingga sering dijumpai tindakan anarkis, konflik sosial, penuturan bahasa yang buruk dan tidak santun dan ketidaktaatan berlalulintas. Tindakan itu sudah belok dari visi pembangunan nasional yaitu mewujudkan masyarakat berakhlak mul…