Pengantar filsafat merupakan salah satu mata kuliah wajib yang diberikan pada hamper semua fakultas dan jurusan di perguruan tinggi. Tujuan utama mata kuliah ini adalah untuk memberikan pengetahuan dasar tentang filsafat, sejarah, tokoh, pemikiran, dan paham-paham filsafat. Dan setelah menempuh , diharapkan mahasiswa memiliki metodologi dan krangka berpikir filosofis, rasional, dan ilmiah yan…
Buku ini dimulai dari definisi semiotika yang dikemukakan oleh Umberto Eco yang mengatakan bahwa semiotika pada prinsipnya adalah sebuah disiplin yang mempelajari segala sesuatu yang dapat digunakan untuk berdusta (lie). Hipersemiotika tidak sekedar teori kedustaan akan tetapi teori yang berkaitan dengan relasi-relasinya yang lebih kompleks antara tanda, makna dan realitas, khususnya relasi sim…
Kamus kajian budaya ini merupakan sumber yang ideal untuk riset dan pengajaran. Kamus ini cocok juga digunakan bersama karya Chris Barker yang lain yaitu kajian budaya; teori dan praktik (2003) dan Menalar kajian budaya (2002). kamus ini berguna bagi pemelajar budaya, media. Ilmu komunikasi. Dengan cakupan tema yang luas dan jelas, kamus kajian budaya sangat baik bagi pembaca lintas ilmu, dari …
Buku ini merupakan sebuah karya dari Jakob Sumardjo. Jakob banyak menulis mengenai estetika Sunda dalam beberapa jurnal, artikel, serta beberapa buku. Diantaranya buku Pola Rasional Masyarakat Sunda. Tidak banyak penulis yang menulis mengenai tanah Sunda dan Pak Jakob adalah salah satunya. Estetika paradok diberi prolog khusus yaitu bahwa buku Estetika paradok merupakan sebuah buku provokatif. …
Edmund Husserl menyebut filsafat fenomenologi sebagai "ilmu" untuk menegaskan bahwa disiplin ini tidak bisa "dimitologisasikan". Artinya, fenomenologi bukan sejenis filsafat "kebijaksanaan" yang dideklarasikan Sokrates, melainkan sebagai science seperti ilmu - ilmu pengetahuan pada zamannya yang mengubah peradaban dunia. Alfred Schutz bahkan menyebutkan sebagai metodologi, karena di dalamnya le…
Terbitnya terjemahan buku ini sangat tepat.Kendati buku ini ditulis 60 tahun yang lalu namun aktualitasnya tak akan pernah pudar. Buku ini oleh orang Jerman disebut zeitos (mengatasi waktu) dan boleh disebut klasik dalam arti mengandung nilai serta kualitas yang merupakan salahsatu tonggak petunjuk dalam dunia refleksi pemahaman diri manusia universal.