Dalam buku ini, Weintraub menulis potret cemerlang, memikat dan patut diteladani, bukan saja tentang genre yang penuh warna-warni dengan puluhan juta penggemar tapi juga tentang masyarakat dinamis dalam transisi. Dandut, yang namanya berasal dari bunyi khas gendang, “dang” dan “dut”, dilecehkan sebagai bentuk rendah budaya pada tahun 1970-an, dikomersialkan pada 1980-an. Memakai pendeka…
Dari sejarah pendek perjuangan republik ini, kita boleh jadi bisa belajar agak panjang. Ketika gerakan politik mengalami kemacetan, ramai-ramai para founding fathers yang berupaya memperjuangkan kemerdekaan melalui lapangan politik segera memasuki lapangan kebudayaan sebagai persinggahan. Bersamaan dengan makin ketat dan kerasnya tekanan politik dari kalangan penguasa, para politisi mencari se…
Penari, pembatik dan empu keris, sosok bidayawan komplit seperti KRT Hardjonagoro jumlahnya tak banyak. Dengan totalitas jiwa, ia tak hanya mendalami budaya Jawa tapi seklaigus menghirup tata nilai dan melakoninya dalam kehidupan nyata. Tarian Jawa sudah mendarah daging sejak bocah, berikutnya menggeluti batik sampai kemudian menguasai.
Pada setiap orang dan tiap kebudayaan adalah citarasa seni untuk menikmati hidup, mengapresiasi, bahkan menyikapi kenyataan. Inilah estetika dengan sumber utama ruang batin dalam diri manusia ataupun kebudayaan. Maka dari itu, estetika dengan ruang batin, baik eksplisit muncul dalam kesenimanan dan karya-karya ekspresi maupun implisif “pasif” di mana tiap orang menikmati kenyataan sebagai y…
Seni dapat menjelma sebagai pengembara abadi dalam ruang metalisis, menjadi wakil budaya untuk mendampingi dan menuntun jiwa manusia menuju keindahan Illahiyah. Pada puncak pernyatuan, pemahaman dan pemaknaan terhadap keseluruhan ekspresinya akan melahirkan faham estetik yang mampu diadaptasi sebagai wacana untuk mengatasi konflik teologis dan kultural dalam proses penciptaan karya seni yang be…
Selama ini sebagian besar kalangan ahli hukum dan dunia pers masih melihat secara parsial hubungan hukum dan media massa, bahkan ada kesalahpahaman dalam melihat hukum dan media massa. Ada anggapan umum di masyarakat termasuk kalangan media bahwa hukum hanya salahsatu aspek atau faktor yang marginal dalam kehidupan media massa atau pers. Padahal bagi media massa, hukum akan menentukan berkemban…
Buku ini memiliki dua keunggulan sekaligus: mampu memetakan secara tepat berbagai persoalan estetika dan dapat menempatkan teori estetika yang sering dipandang melangit ke wilayah praktis berkesenian maupun berkebudayaan secara luas. Selain itu, peran estetika sebagai kajian multidisiplin juga ditunjukkan, yaitu keterkaitannya dengan filsafat, psikologi, semiotika, sosiologi, antropologi, kajia…
Perkembangan desain komunikasi visual tidak lepas dari peran pendidikan akademis. Kurikulum, sarana prasarana, kompetensi dam kapasitas dosen sebagai garda depan pembaruan desain komunikasi visual ikut menentukan keberadaannya, demi memperoleh lulusan yang mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, memiliki kreativitas yang tinggi, mampu menciptakan karya desain baru dan mampu mempertanggun…
Dalam konteks estetika Kant, khaos menjadi kondisi yang harus segera dinormalisasi dengan cara dirasionalisasi oleh rasio. Deleuze beranggapan persis sebaliknya. Ibarat energi buta, khaos mampu menjadi energi manusia untuk mencipta, dan karena itu ia memiliki daya hidup. Sublim dinamis yang sudah dipikirkan oleh Kant, namun lajunya dihentikan oleh rasio (Idea of the sensible), oleh Deleuze dila…
Sebagai wacana, karya sastra tidak berbeda dengan wacana-wacana lainnya, selalu hadir dalam dialektika teks dan kontekstualitas, yaitu karya sastra merupakan representasi ideologi pengarangnya dalam mempersepsi kelompok sosial masyarakat (subjek-kolektif). Uniknya, sekalipun karya sastra sarat dengan muatan ideologi, tetapi kaya sastra memiliki ciri khas yang membedakan dengan wacana-wacana lai…