Stres merupakan gangguan mental yang dapat menyerang siapa saja dengan tingkatan yang berbeda-beda. Setiap orang memiliki pemicu stres yang berbeda satu dengan yang lain. “Who is The Monster?” merupakan karya yang terinspirasi dari pengalaman empiris. Penulis mengalami stres karena perubahan yang terjadi dalam kehidupannya. Hal tersebut mempengaruhi perkembangan diri yang berdampak buruk ba…
Semenjak pascakolonial tanda-tanda adanya pergeseran fungsi Alun-alunSelatan Yogyakarta telah terbaca. Tempat yang dulu hanya untuk anggota keluarga dan prajurit Keraton Yogyakarta kini menjadi ruang publik. Nilai historis dan filosofis sedikit demi sedikit tergerus, ditambah banyak berdatangannya wisatawan domestik maupun mancanegara. Salah satu penyebabnya disinyalir adalah dipupuknya mitos-m…
Kepercayaan masyarakat Tana Toraja bersumber pada aturan keagamaan Aluk Todolo, hal tersebut sangat nampak pada upacara Rambu Tuka’ dan Rambu Solo’. Rambu Solo’ merupakan upacara pemakaman untuk orang tua, upacara pemakaman dilaksanakan di sebelah barat Tongkonan dengan mempersembahkan kerbau dan babi bagi arwah yang telah meninggal. Penciptaan karya tari Male Sau’ Puya merupakan sebuah…
Penelitian ini difokuskan pada merumuskan model pengembangan kecakapan hidup berbasis kearifan lokal yang telah dilaksanakan oleh tiga SDN di Pandak yaitu SD Jigudan, SD Gunturan, SD Ciren dan bagaimana motivasi peserta dalam belajar batik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitataif dan kuantitatif, metode kulitatif digunakan mengungkapkan bagaimana usaha pelestari…
Bagong Kussudiardja, bertekad melengkapi pilihan hidupnya sebagai seniman. Ia sejak kecil menggeluti dunia tari dan lukis. Lingkungannya dan orang tuanua ikut membangun dan mendorong Bagong menjadi seniman. Ia lahir di Yogyakarta 9 Oktober 1928. Ayahnya seorang penulis buku dan penyalin buku, abdi dalam Keraton Yogyakarta. Ibunya suka membatik. Bagong kecil pun mulai tumbuh kuncup kesenimananny…
Buku ini membahas tari tradisional Yogyakarta Bedhaya Sapta, yang dibuat pada masa Kerajaan Mataram pada abad ke-17, di bawah pemerintahan Sultan Agung. Raja, Sultan Agung, pada waktu itu diilhami oleh Ratu Laut Selatan, Ratu Kidul. Di kisahkan Ratu Kidul pada awalnya menyaksikan kecemasan Sultan Agung, lalu sang ratu menciptakan tarian Bedhaya Semang. Semang berarti cemas, ini merupakan implik…
Tari Pho dalam tradisi Manoe Pucok diciptakan khusus berkaitan dengan adat perkawinan Aceh Barat. Manoe Pucok atau disebut Peumanoe merupakan tradisi memandikan pengantin di Aceh Barat. Manoe Pucok berasal dari bahasa Aceh. Manoe artinya mandi dan Pucok dimengerti sebagai pucuk daun muda yang terdapat di ujung pohon atau ujung ranting. Prosesi Manoe Pucok diiringi pertunjukan tari Pho. Pho bera…
Penelitian dengan judul “Bentuk Dan Fungsi Kostum Tari Srimpi Renyep Pura Pakualaman Yogyakarta” bertujuan untuk mengidentifikasi secara visual serta menjelaskan tentang bentuk dan fungsi kostum tari Srimpi dan tentang kelengkapan aksesoris pada kostum tari Srimpi Renyep di Pura Pakualaman Yogyakarta, mengindentifikasi simbol batik motif Renyep ceplok Garuda Retna pada kostum tari Srimpi Re…
Didik Nini Thowok menciptakan karya Bedhayan Ardhanaresvara berdasarkan pengalaman dan latar belakangnya sebagai maestro tari dengan konsep atau format cross gender. Bedhayan Ardhanaresvara digarap dengan kreasi dari hasil kreativitas Didik Nini Thowok, namun tidak meninggalkan unsur tradisi, serta makna yang terkandung dalam setiap karya, berdasar latar belakang ceritanya. Konsep cross gender …