Buku ini sesungguhnya sekedar pemancingan awal kesadaran akan pentingnya kebudayaan gunung dalam wujud tulisan, apalagi kalau menyangkut kebudayaan dusun-dusun gunung yang dimarjinalkan oleh lapisan sosial yang strukturnya belum adil dan beradap, sekaligus perangsang bahwa tidak sekedar buku seni gerak dan pikiran warga dusun gunung sesungguhnya adalah bisa merupakan peristiwa dan sejarah tebal…
Kebudayaan tidak akan pernah berakhir sampai kapanpun. Selama manusia masih ada dan hidup di alam semesta ciptaan Tuhan ini, selama itu pula manusia akan berkarya menciptakan segala sesuatu. Seiring dengan berkembangnya kebudayaan manusia pun tidak pernah akan berakhir. Konsep dan teori-teori tentang kebudayaan juga mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Buku ini berisi konsep filsafat keb…
Apakah seni itu? Ini merupakan pertanyaan filosofis jika kita mencoba menjawab pertanyaan itu secara hakiki, mendasar, dan radikal. Buku ini merupakan usaha memahami secara mendasar gejala yang disebut seni itu. Dan gejala seni adalah gejala tentang nilai. Apakah nilai seni itu ada pada benda seni itu sendiri? Atau berasal dari seniman pencipta benda seni? Atau justru berasal dari para penangga…
Profesor Fiske mengambil pendekatan baru untuk mempelajari artefak-artefak kebudayaan seperti jeans, mal, koran, tabloid, dan game shows televisi. Dia membedakan budaya massa "produk-produk" budaya yang dihasilkan oleh masyarakat kapitalis indrustrial dan budaya populer cara orang menggunakan, menyalahgunakan, serta subversi atas produk-produk ini guna merangkai pelbagai makna dan pesan mereka …
Penulis buku ini, Christian Pelras menyisipkan sejumkah detak kebudayaan Bugis yang tampak melangkahi denyut kultural Eropa yang sering dianggap berada di garis terdepan arus waktu progresif. Pelras misalnya menyajikan bagaimana kebudayaan Bugis menyediakan ruang bagi gender ketiga dan keempat dan bagaimana perempuan menduduki tempat yang benar-benar sejajar dengan lelaki.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perkembangan pengelolaan Pesta Rakyat Rondang Bintang pada masa pemerintahan kerajaan di Simalungun yang dikelola oleh rakyat hingga pada masa pemerintahan bupati Simalungun. Pengelolaan Pesta Rakyat Rondang Bintang dari masa ke masa tidak mengalami inovasi yang signifikan namun masih tetap dinantikan perayaannya serta bagaimana strategi penge…
Indonesia memiliki banyak ragam budaya salah satunya kesenian tradisional Reyog Ponorogo yang sekaligus menjadi sebuah ikon budaya di kota Ponorogo Jawa Timur. Reyog Ponorogo merupakan sebuah warisan budaya Indonesia yang wajib dilestarikan. Akan tetapi di era saat ini, kehadiran teknologi digital khususnya yang mempertontonkan kesenian hampir berbasis digital mulai merajalela. Hal tersebut mem…
Peningkatan penduduk di kota Yogyakarta di setiap tahunnya terus meningkat, salah satu dampak yang terjadi dari perpadatan penduduk yaitu meningkatnya kebutuhan hunian baru diarea perkotaan. Salah satu wilayah dengan perpadatan penduduk berada diwilayah Tegalrejo, selain itu wilayah ini masih menerapkan budaya srawung dengan mengadakan arisan bapak-bapak, arisan ibu�ibu dan kumpul muda mudi. …
Europe on Screen (EoS) adalah festival film internasional terlama di Indonesia yang diadakan sejak tahun 1990. Setiap tahunnya, EoS memutarkan film-film terbaik dari negara Uni Eropa dan negara Eropa lainnya yang mempunyai kedutaan di Indonesia. Sebagai festival film, EoS mempunyai keunikan tersendiri karena eksistensi EoS tidak hanya untuk memutarkan film tapi juga sebagai alat diplomasi buday…