Penulis buku ini, Christian Pelras menyisipkan sejumkah detak kebudayaan Bugis yang tampak melangkahi denyut kultural Eropa yang sering dianggap berada di garis terdepan arus waktu progresif. Pelras misalnya menyajikan bagaimana kebudayaan Bugis menyediakan ruang bagi gender ketiga dan keempat dan bagaimana perempuan menduduki tempat yang benar-benar sejajar dengan lelaki.
Latar belakang penelitian ini adalah pertama beragam media hampir selalu mengadirkan gambaran perempuan yang dianggap ideal, sehingga membentuk stereotip tubuh perempuan yang dianggap ideal, sehingga membentuk streotip masyarakat terhadap perempuan. Kedua stereotip tubuh perempuan yang dianggap ideal untuk tampil di panggung seni pertunjukan. Proses penelitian menggunakan metode life history (s…
Disertasi ini untuk mengetahui dan menjelaskan makna terbesit bejamu Saman, akibat dari sikap generalisir dan derasnya penggunaan budaya global yang dimaknai secara sempit atau berorientasi pada serimonial belaka (duniawi). Pencapaian artistik Saman di atas panggung festival tampak mengesampingkan naluri bermain-mainnya orang untuk berkreatifitas. Konsep pembagian biner yang saling tarik-menari…
Disertasi ini merupakan penelitian studi kasus sistem pelatihan aktor dan pementasan teater Keong SMAN 7 Malang dengan menggunakan pendekatan dramaturgi pascadramatik Hans Thies Lehmann. Penelitian ini menggunakan landasan teori teknik gerak Eugènio Barba, struktur kerja pelatihan aktor Augusto Boal, dan teori pembelajaran langsung (instructional effect) dan tidak langsung (nurturant effect) B…
Penelitian ini mengkaji munculnya budaya pertunjukan Minangkabau pasca pemberontakan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), khususnya pertunjukan saluang dendang. Pertunjukan saluang dendang adalah kesenian rakyat Minangkabau, yang awalnya hanya merupakan permainan kaum laki-laki. Permainan ini ditabukan untuk kaum perempuan karena adanya doksa dan kekerasan simbolik dalam masya…