Berusik secara faktual adalah seni yang esensinya berhubungan erat dengan indra penengaran dan pengalaman waktu. Atas dasar kedua aspek ini dan yang dapat dibedakan namun tidak dapat dipisah-pisahkan pada pengalaman musikal sejati, agaknya diperlukan agar dalam estetika yang lengkap juga dijelaskan dengan baik tentang 'susunan bunyi' dan 'susunan waktu' yang terdapat pada setiap karya musik. Ti…
Sejak marketing 3.0 menginspirasi dunia untuk merangkul dan menjelajahi pemasaran yang berorientasi pada manusia, para pelopor di bidang ini menerapkan teknologi canggih untuk membuka wawasan baru mengenai siapa pelanggan kita dan bagaimana mereka membuat keputusan. Paradoks berharga dari analisis data raksasa ini adalah data tersebut bisa menciptakan produk dan jasa yang lebig personal, dan ma…
Seni adalah bahasa fitrah manusia, melalui seni anak-anak mengekspresikan segenap potensinya secara jujur. Bagi mereka, ekspresi dalam berkesenian jauh lebih bermakna ketimbang ketrampilan seni itu sendiri. Melalui lagu mereka dapat dididik mencintai agamanya, memahamimakhlaq dan adab terpuji, memahami nilai moral dan aqidah yang benar. Sedangkan gambar memberinya energi untuk berimajinasi, gam…
Catatan (sejarah) perjalanan “Batik Yogyakarta”, sejatinya tak dapat dipisahkan dengan peristiwa bersejarah dari perundingan pembagian wilayah Mataram yang terjadi pada 1775.Peristiwa perundingan kerajaan yang dikenal sebagai “Perjanjian Giyanti” tersebut menghasilkan kesepakatan pembagian wilayah mataram menjadi dua,yakni Ngayogyakarta Hadiningrat dan Surakarta Hadiningrat. Buku ini me…
Profesor Fiske mengambil pendekatan baru untuk mempelajari artefak-artefak kebudayaan seperti jeans, mal, koran, tabloid, dan game shows televisi. Dia membedakan budaya massa "produk-produk" budaya yang dihasilkan oleh masyarakat kapitalis indrustrial dan budaya populer cara orang menggunakan, menyalahgunakan, serta subversi atas produk-produk ini guna merangkai pelbagai makna dan pesan mereka …
Penulis buku ini, Christian Pelras menyisipkan sejumkah detak kebudayaan Bugis yang tampak melangkahi denyut kultural Eropa yang sering dianggap berada di garis terdepan arus waktu progresif. Pelras misalnya menyajikan bagaimana kebudayaan Bugis menyediakan ruang bagi gender ketiga dan keempat dan bagaimana perempuan menduduki tempat yang benar-benar sejajar dengan lelaki.
Latar belakang penelitian ini adalah pertama beragam media hampir selalu mengadirkan gambaran perempuan yang dianggap ideal, sehingga membentuk stereotip tubuh perempuan yang dianggap ideal, sehingga membentuk streotip masyarakat terhadap perempuan. Kedua stereotip tubuh perempuan yang dianggap ideal untuk tampil di panggung seni pertunjukan. Proses penelitian menggunakan metode life history (s…
Disertasi ini untuk mengetahui dan menjelaskan makna terbesit bejamu Saman, akibat dari sikap generalisir dan derasnya penggunaan budaya global yang dimaknai secara sempit atau berorientasi pada serimonial belaka (duniawi). Pencapaian artistik Saman di atas panggung festival tampak mengesampingkan naluri bermain-mainnya orang untuk berkreatifitas. Konsep pembagian biner yang saling tarik-menari…